MINGGU , 22 JULI 2018

Jeka Siomay, Karya Kreatif Tangan Mahasiswa

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 15 Januari 2016 11:18
Jeka Siomay, Karya Kreatif Tangan Mahasiswa

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Siomai atau biasa disebut siomay adalah salah satu jenis dimsum. Dalam bahasa mandarin, makanan ini disebut Shomai.

Di Indonesia sendiri, terdapat berbagai jenis variasi siomai berdasarkan isiannya, mulai dari siomay ikan tenggiri, ayam, udang, kepiting atau campuran daging ayam dan udang.

Bagi masyarakat makassar yang ingin menikmati kelezatan Siomay,bisa mengunjungi rumah Makan Jeka Siomay yang terletak di Cafe Inkubator Kewirausahaan Jl AP Pettarani depan kampus Phinisi Universitas Negeri Makassar.

Rumah Makan Jeka Siomay menghadirkan berbagai macam menu siomay yang dibuat dari 100 persen tenggiri berkualitas antara lain siomay khusus, siomay goreng, dan siomay sosis.

Owner Jeka Siomay, Aktur Ryank Pratama menjelaskan, siomay yang dihadirkan terbuat dari ikan tenggiri berkualitas dengan porsi lengkap yakni dilengkapi tahu, kentang,telur, kol dan paria.
Untuk seporsi Jeka Siomay,pihaknya hanya mematok harga Rp11 ribu hingga Rp15 untuk pilihan variasi siomay yang diinginkan pelanggan.

Selain menghadirkan berbagai macam menu Siomay, pihaknya juga menjual aneka menu lainnya seperti pecel ayam dan ikan lele goreng yang dibanderol Rp15 ribu,tempe mendoan Rp8 ribu, serta Minuman Milkshake aneka rasa dengan harga Rp10-Rp13 ribu.

“Rata-rata pelanggan disini sih favoritnya milkshake oreo, greentea dan vanila. Sementara bagi yang tidak suka makan siomay, bisa memesan makanan berat seperti paket nasi dan ikan Lele,” ujar Aktur saat ditemui, Jumat (15/1).

Jeka Siomay adalah buah tangan seorang mahasiswa kreatif yang berobsesi ingin membuat merek Siomay nomor 1 di Indonesia.
“Mengingat di Indonesi sendiri belum ada merek siomay nomor satu, saya terobsesi ingin membuat Jeka Siomay terkenal hingga ke pelosok negeri,” aku pria yang masih berstatus sebagai mahasiswa UNM ini.

Aktur mengakui, bisnis di bidang kuliner memang cukup menjanjikan. Bermodal awal Rp11 juta, hingga kini,anggota Komunitas Tangan Di Atas(TDA) ini sudah memiliki empat orang pegawai.

“Sampai sekarang saya sudah punya empat pegawai. Walaupun mereka yang melayani pelanggan, tapi tetap resep siomay sendiri langsung dari saya,” katanya.

Dengan mematok harga yang cukup terjangkau, tak tanggung-tanggung Jeka Siomay diminati mulai dari kalangan mahasiswa hinggan pegawai kantoran di sekitar.

“Kalau siang biasanya banyak pegawai kantoran yang makan siang di sini. Kalau malam diramaikan sama mahasiswa yang melaksanakan kegiatan di sini atau sekedar nongkrong bersama teman-temannya,” kata Aktur.

Salah seorang pelanggan, Sutriani mengakui kelezatan Siomay Jeka yang dinikmatinya. “Saya sering dengar nama Jeka Siomay awalnya di Instagram, teman-temanku posting. Ya karena penasaran saya iseng-iseng coba di sini. Dan ternyata memang enak tawwa,” ujarnya saat ditemui.


Tag
  • jeka siomay
  •  
    div>