KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Jelang Idul Fitri, KPPU Sebut Ada Lonjakan Harga

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 26 Mei 2018 09:00
Jelang Idul Fitri, KPPU Sebut Ada Lonjakan Harga

Ketua KPPU RI Kurnia Thoha. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Komisi Pemantau Persaingan Usaha (KPPU) RI, Kurnia Thoha mengakui telah terjadi kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok di pasar.

Akan tetapi, Kurnia menilai masih wajar oleh KPPU. Alasannya kenaikan harga di bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri adalah hukum pasar yang telah terjadi berulang-ulang sehingga menjadi sebuah gejolak tahunan.

“Bahwa pada saat ini utamanya pada momen tertentu seperti hari besar maka ada kecenderungan harga bahan pokok tertentu itu naik. Dengan naiknya harga ini kita tidak bisa berfikiran bahwa ada terjadi pelanggaran, tapi mungkin saja ada, tapi juga bisa jadi itu merupakan gejolak dan hukum pasar,” kata Kurnia Toha, saat dialog dalam forum jurnalis di kantor KPPU Sulsel, Kamis (24/5) lalu.

Ia menjelaskan KPPU selama ini mendorong terjadinya efisiensi ekonomi dengan perlakukan pencegahan praktik monopoli dan kartel. Bentuk pengawasan KPPU dilakukan di berbagai segmen usaha, termasuk sektor perdagangan yang menjadi lahan subur timbulnya monopoli dan kartel.

Menurutnya, KPPU bertugas mengidentifikasi simpul distribusi yang disinyalir melakukan pelanggaran. Khususnya di momen-momen tertentu seperti menjelang hari-hari besar keagamaan dimana kecenderungan permainan harga bisa terjadi karena kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan pangan lebih tinggi.

Meski berwenang dalam penegakan hukum terhadap pelanggaran yang terjadi di dunia usaha, namun Kurnia menjelaskan tidak semerta-merta hak itu dapat dilakukan.

“Upaya hukum adalah upaya terakhir, ada upaya lain seperti melakukan pendekatan dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran hukum apabila terjadi pelanggaran dampak dari amanah masyarakat ini,” jelasnya.

Diakuinya, selama Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri, KPPU bekerja ekstra ketat melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga dan stok kebutuhan pokok masyarakat.

Dari hasil yang ditemukan oleh KPPU, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat sudah merangkak naik. Diantaranya, kata dia, adalah ayam, cabe merah dan telur ayam.

Sementara, Ketua KPPU Kota Makassar, Aru Armando menjelaskan, pihaknya bergabung dengan satgas pangan yang beranggotakan berbagai elemen. Diantaranya Pemprov Sulsel, Polda Sulsel, Bulog, Pertamina, dan beberapa unsur lainnya. Tim tersebut intens turun ke lapangan melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok.

Selain itu, kata dia, KPPU Kota Makassar juga kerap melakukan sidak secara rutin untuk melihat kondisi ril terhadap gejolak harga di pasar.

Selama ini, kata Aru, khususnya sehari jelang Ramadan, ditemukan ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan. Diantaranya daging, ayam, telur, dan cabai merah. Namu, KPPU belum menemukan kartel atau persaingan tidak sehat yang menyebabkan kebutuhan rakyat langka di lapangan atau mengakibatkan kenaikan harga cukup signifikan.

Dia menekankan, sangat penting untuk terus melakukan pengawasan terhadap komoditas pangan karena berpengaruh terhadap inflasi. “Karena itu, KPPU berusaha memaksimalkan perannya untuk menjaga stabilitas harga di pasaran,” kata Aru. (*)


div>