SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Jelang Lebaran, Panwaslu Jeneponto Imbau Paslon Tidak Lakukan Money Politic

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Kamis , 07 Juni 2018 20:40
Jelang Lebaran, Panwaslu Jeneponto Imbau Paslon Tidak Lakukan Money Politic

Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Jelang hari raya Idulfitri dan H – 20 pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jeneponto mengimbau kepada semua Paslon yang bertarung di Pilkada Jeneponto agar tidak melakukan money politic.

“Kami mengimbau kepada semua Paslon dan Timnya atau setiap orang untuk tidak melakukan money politik dalam pilkada, sumbagan atau apapun namanya tidak dilarang yang penting atas nama pribadi dan tidak ada pesan – pesan politik atau kampanye,” jelas Ketua Panwaslu Jeneponto, Saiful, Kamis (7/06).

Menurut Saiful, pemberian uang atau materi lainnya dalam bentuk zakat, infak, sedekah, sebaiknya disalurkan melalui lembaga resmi agar tidak menabrak regu yang telah dibuat.

“Kami juga perlu mengingatkan semua Paslon kalau masih ada juga yang melakukan pelanggaran money politik, sanksinya berat secara administrasi, sanksi diskualifikasi dan secara pidana ancamannya berat minimal tiga 3 tahun, jadi untuk menghindari hal – hal yang tidak didinginkan sebaiknya sedekah, infak dll disalurkan melalui lembaga resmi dan lembaga tersebut yg mendistibusikan,” tambahnya.

Apabila ada Paslon yang memberikan uang atau dalam bentuk materi lainnya, dengan tujuan mempengaruhi pemilih, maka sudah sangat jelas melanggar regulasi yang telah ada.

“Pemberian uang atau materi lainnya yang di dalamnya ada unsur mempengaruhi pemilih untuk memilih paslon atau tidak memilih paslon tertentu atau ada kampanye didalamnya jelas melanggar pasal 187 A juncto pasal 73 UU nomor 10 tahun 2016,” tutupnya. (*)


div>