MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Jelang Pemilu, HMI Cabang Butta Salewangang Maros Gelar Dialog

Reporter:

Iqbal

Editor:

Lukman

Kamis , 26 April 2018 23:00
Jelang Pemilu, HMI Cabang Butta Salewangang Maros Gelar Dialog

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros saat melaksanakan Dialog Pemilu di Warkop Corner Jalan A. Nurdin Sanrima, Kamis, 26 April 2018.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Butta Salewangang Maros melaksanakan Dialog Pemilu di Warkop Corner Jalan A. Nurdin Sanrima, Kamis, 26 April 2018.

Kegiatan yang bertema “Penguatan Partisipasi Politik Pemuda dalam Mewujudkan PILKADA Damai dan Berintegritas di Kabupaten Maros” ini dihadiri oleh hampir seratusan peserta yang mayoritas adalah kader HMI.

Narasumber pada kegiatan tersebutmerupakan ahli di bidangnya masing-masing, yakni AKBP Yohanes Richard Andrians, SIK., SH. (Kapolres Maros), Syaharuddin, M.Si (Komisoner KPUD Maros), Sufirman, S.IP (Ketua Panwaslu Maros).

Dalam pemaparannya, Kapolres Maros, AKBP Richard menjelaskan, jika dalam Pemilu terdapat pelanggaran berupa Money Politic, yang masyarakat harus hindari.

“Dalam Pemilu itu kita pahami bersama, bahwa ada pelanggaran yang sangat sering terjadi, money politic. Hal ini yang harus dihindari, karena kedepannya akan sangat merugikan kita semua,” jelas Richard.

Ia juga menambahkan, jika kerugian yang dimaksud adalah ketika masyarakat yang menerima uang, kedepannya ketika yang dipilih itu naik pada kursi jabatannya, maka akan sangat merugikan masyarakat yang memilihnya sendiri.

“Kalau masyarakat yang dapat uang itu, ketika nanti yang dipilihnya pemimpin kita. Saat dia melakukan korupsi misalnya, dan masyarakat protes, dia hanya bilang kenapa kamu protes? Kan udah saya beli suaramu. Kita nggak ada urusan lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Maros mengatakan, jika calon yang melakukan money politic adalah calon yang tidak yakin dengan kemampuannya.

“Calon yang pake cara money politic itu adalah orang yang nggak pede dengan kemampuannya, iya toh? Kalau seandainya calon itu yakin dengan kemampuannya kenapa malah pake uang untuk beli suara? Iya kan. Kita harus memilih pemimpin yang credible yang punya kredibilitas, bukan yang pake uang begitu,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama pula, Ketua Panwaslu Maros, Sufirman mengatakan, jika ingin pemilu kedepannya aman dan bersih, maka harus lahir kesadaran dari dalam diri sendiri terlebih dahulu, lalu mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi dan mencegah terjadinya tindak pelanggaran pemilu.

“Untuk pemilu aman kedepannya, tentunya harus lahir kesadaran kita bersama. Lalu sama-sama mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran pemilu. Jika kita sepakat untuk sama-sama mengawasi, saya rasa pihak yang ingin bermain curang akan was-was juga karena merasa ada yang melaporkan,” terangnya.

Komisioner KPUD Maros, Syaharuddin menyampaikan apresiasinya terhadap HMI Cabang Butta Salewangang Maros, yang telah mengadakan kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh teman-teman HMI, tentu saja ini adalah langkah yang sangat bagus untuk melahirkan ide-ide segar mengawal Pemilu dekat ini. Apalagi Pemuda adalah elemen yang sangat penting dalam hal ini,” paparnya.

Dialog tersebut diakhiri dengan penandatanganan Deklarasi oleh Narasumber dan semua peserta yang hadir. (*)


div>