MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Jelang Pilkada, Polres Maros Gelar FGD

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 29 Maret 2018 19:30
Jelang Pilkada, Polres Maros Gelar FGD

int

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – SAT BINMAS (Kesatuan Pembinaan Masyarakat) Polres Maros menggelar Focus Group Discussions (FGD) dalam rangka Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) di Hotel Transit 2, Kamis (29/3).

Kegiatan yang bertema “Mari Wujudkan Pilkada Damai Toleransi Beragama dan Anti Radikalisme” dihadiri oleh Ali Hasan (Ketua KPUD Maros), Mahmuddin Assegaf (Komisioner Panwaslu Maros), M. Syakir (Pengadilan Maros), Muh. Fahri (Kajari Maros), Ruben Jacob (Dandim 1422 Maros), H. Ramli (Kemenag), M. Syauqi (Pol PP), para kapolsek beserta Kepala Unit Binmas Polres Maros, Tim pemenang masing-masing paslon, tokoh agama, tokoh masyarakat, PPK dan PPS Kab. Maros.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta tersebut, dibuka langsung oleh Kapolres Maros,
Richard Andrians S.Ik, SH. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi dari setiap narasumber.

Dalam sambutannya, Richard menyampaikan, jika seluruh lapisan masyarakat dapat bekerjasama menjaga kondusifnya situasi di Maros ini.

“Saya berharap, agar seluruh Stakeholder tetap juga warga, sekiranya betul-betul meningkatkan kerjasama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kita di kabupaten Maros.” ujarnya.

DR. Kyai H. Muammar Bakri, Lc. Ma dalam pemaparan materinya mengatakan, jika masyarakat harus menjaga toleransi dengan sebaik-baiknya menjelang Pilkada mendatang.

“Sul-sel ini adalah tempat transit, sangat besar kemungkinan aksi terorisme, radikalisme berlangsung. Khususnya ummat beragama, kita harus menjaga toleransi dengan sebaik-baiknya, melihat banyak sekali pengaruh yang dapat memecah kita semua menjelang Pilkada Sul-Sel.” Paparnya.

Ia menambahkan, jika pihak penyelenggara harus menjaga netralitasnya.”Sekali lagi saya sampaikan kepada KPU dan Panwaslu, juga TNI/Polri agar menjaga netralitasnya.
Demi menjaga kekondusifan situasi menuju pilkada bersih mendatang. Amiin,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, dalam pemaparan materinya, Muh. Fahri, SH. Menyampaikan, jika dalam pemilu terdapat aturan-aturan yang mesti dipatuhi.

“Dalam pemilu itu tentu saja ada aturannya, yang harus kita patuhi. Baik bagi paslon, tim pemenang, pihak penyelenggara maupun pemilih nantinya. Semuanya ada aturannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan harapannya kepada seluruh hadirin, agar dapat mematuhi aturan yang berlaku tersebut.

“Saya pribadi berharap, agar kita semua dapat mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Ketika kita semua mematuhi aturan, kan bagus nantinya pilkada 2018,” jelasnya. (*)


div>