KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Penertiban Gepeng

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 14 Mei 2018 13:40
Jelang Ramadan, Dinsos Gelar Penertiban Gepeng

Benjamin Holst terlihat mengemis di lampu merah Jalan Raya Kuta, Badung, Jumat (9/9). foto: radar bali

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) menjadi persoalan tersendiri di sejumlah kota besar, termasuk Kota Makassar. Fenomena ini tentunya masih menjadi kendala bagi pemerintah bagaimana menciptakan kota yang bersih dari gepeng.

Memasuki bulan suci ramadhan, biasanya jumlah gepeng dan anak jalanan (anjal) juga mengalami peningkatan secara signifikan. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian serius sehingga instansi terkait diharapkan turun melakukan penertiban Gepeng dan Anjal ini.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar, Mukhtar Tahir, mengaku bahwa pihaknya selama ini secara intens telah melakukan penertiban seperti tahun-tahun sebelumnya bahkan sekarang upaya meminimalisir jumlahnya lebih dimassifkan.

“Kita rutin melakukan patroli, kalau kemarin dua kali sehari kita usahakan empat kali, kami juga akan berkoordinasi dengan satuan jaga kota,” kata Mukhtar Tahir, Minggu (13/5)

Menjelang ramadan, kata Utta sapaan akrabnya, para gepeng dan anjal biasanya semakin menjamur, karena dengan momen inilah banyak masyarakat memberikan sumbangan berupa infak dan sedekah sehingga dengan sendirinya, para gepeng dan anjal berkumpul.

“Tapikan di Perda kita melarang hal ini, olehnya itu kami berupaya dan berusaha bagaimana berempati dengan melakukan upaya patroli di setiap sudut kota,” kata Utta.

Olehnya itu, lanjut Utta, pihaknya juga akan bekerjasama dengan kabupaten lain untuk berkoordinasi terkait asal muasal gepeng dan anjal yang ditemukan.

“Kalau kita temukan gepeng dan anjal yang berasa dari luar Makassar, kita pulangkan, kita sudah bekerjasama dengan Dinsos lain,” ucap Utta

Sementara itu, Kepala Seksi Anjal dan Gepeng Dinsos Makassar, Kamil, mengatakan bahwa telah berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) tiap kecamatan yang ada untuk mengantisipasi maraknya Gepeng dan Anjal selama ramadan.

“Jadwal patroli penjangkauan TRC Saribatang akan lebih diefektifkan dan juga kalo diperlukan untuk bergabung dengan tim jaga kota dan juga posko selama ramadan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan TRC yang dimiliki oleh Dinsos dengan nama TRc Saribattang, saat ini berjumlah 27 personil yang dibagi menjadi beberapa tim selama ramadan.

“Kalo TRC Saribatang sendiri ada 27 orang, untuk teknis belum ada petunjuk atasan, mungkin pekan ini dibahas,” tutup Kamil. (*)


div>