MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Jelang Ramadan, Disdag Rajin Pantau Harga Sembako

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Senin , 26 Maret 2018 11:45
Jelang Ramadan, Disdag Rajin Pantau Harga Sembako

Kepala Dinas Perdagangan Makassar, Andi Muhammad Yasir.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar bakal memassifkan pemantauan harga sejumlah komoditi, seperti bawang putih yang berpotensi melonjak mendekati bulan Ramdhan.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Andi Muh Yasir menegaskan menjelang Ramadan pihaknya intens melakukan pemantauan harga komoditi. Saat ini, harga-harga masih diambang batas toleransi.

“Terkait harga komoditas itu kami terus melakukan pemantauan dua kali seminggu yakni Senin dan Kamis. Khusus bawang putih berdasarkan pemantauan kami di lapangan itu masih di batas-batas toleransi,” tandas Andi Muh Yasir, Minggu (25/3) kemarin.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan harganya (bawang putih) berkisar dari Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per Kg dari 10 pasar tradisional di Kota Makassar, kita mendapatkan harga rata-rata Rp 26.500 per kg,” ucapnya.

Lanjut Mantan Camat Biringkanaya ini, selain melakukan pemantauan dua kali dalam sepekan, pihaknya juga bakal melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan terus berkoordinasi dengan tim inflasi daerah agar seluruh harga komoditi tetap stabil.

“Iya jadi begini, tidak hanya menjelang Ramadan saja melainkan kami (Disdag) tetap berkoordinasi dengan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID). Dengan demikian harga tetap stabil, seluruh komoditi kita jaga, utamanya harga bawang putih, agar kita tidak kebablasan dan harga bawang putih saat ini jika dirata-ratakan Rp 26.500,” ucapnya.

Komoditi di pasar tradisional yang berpotensi mengalammi kenaikan tidak hanya bawang putih, namun termasuk cabai yang biasanya mengalami kenaikan harga ketika menjelang bulan Ramadhan.

Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menjelaskan, hal yang paling utama dalam menekan inflasi di suatu daerah adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran, termasuk distribusinya.

“Saya pantau sembilan bahan pokok kita tahun ini aman dan damai. Insya Allah kita bisa tekan inflasi hingga 3 persen,” kata Deng Ical.

Kendati terjadi bencana di beberapa daerah, Deng Ical menilai tidak akan memengaruhi kesediaan bahan pokok dan komoditi di Makassar.

“Persediaan beras kita juga cukup untuk 7 bulan kedepan, harga gula kita juga telatif stabil yaitu diangka Rp 10 ribu hingga Rp 10.500, ikan bandeng kita juga relatif aman,” kata Deng Ical. (*)

 


div>