RABU , 24 OKTOBER 2018

Jelang Ramadan Miras Justru Menjamur di Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 25 April 2016 20:53
Jelang Ramadan Miras Justru Menjamur di Makassar

Petugas Satpol PP Makassar melakukan razia Minuman Keras (Miras) jelang bulan suci Ramadan di salah satu toko penjual miras di Makassar, Senin (25/4). foto: suryadi maswatu/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan awal Juni 2016 mendatang, Penyakit Masyarakat (Pekat) justru banyak ditemukan di Makassar. Salah satu pedagang liar di pinggir jalan berkedok warung, namun menjual Minuman Keras (Miras) berbagai jenis. Bahkan, modus yang digunakan dengan berbagai macam cara dan dijual pagi,siang maupun malam hari.

Pakar Hukum Universitas Bosowa 45 Makassar, Prof Marwan Mas, Senin (25/4), menuturkan, seharusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Makassar menindas tegas pedagang nakal yang menjual minas dengan beragam cara tersebut.

“Disperindag harus bertindak tegas, kalau dibiarkan berlarut-larut seakan tidak berdaya hadapi pedagang nakal itu. Kalau perlu cabut izin dan bongkar kiosnya,” tegas Marwan.

Menurutnya, selama ini, peredaran minuman keras di Kota Makassar sangat meresahkan masyarakat, sehingga berdampak terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Selain itu minuman keras juga bisa memicu kejahatan dan kriminal lainnya. Bahkan, kalangan remaja banyak menggelar pesta minuman keras,” katanya.

Oleh karena itu, akademisi ini, menyarankan pihak keamanan Satpol PP sebagai tugas penegakan Peraturan Daerah (Perda) agar melakukan razia minuman keras di sejumlah lokasi guna menegakkan peraturan daerah yang melarang peredaran miras.

“Petugas Satpol PP harus menyisir warung-warung yang diduga menjual minuman keras, hal ini agar memberikan efek jera,” saranya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar, Muh Fadli, mengakui, jika sejumlah toko penjual miras tidak memiliki izin dari Disperindag Makassar.

“Sesuai data kami sejumlah toko atau kios yang menjual miras tak memiliki izin,” terangnya. “Kami sudah memberikan tegura, tapi tetap dijual,” tambahnya. (***)


div>