MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Jelang Ramadan, Miras Kian Menjamur

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 26 April 2016 10:28
Jelang Ramadan, Miras Kian Menjamur

SURYADI/RAKYATSULSEL/D BERANTAS SEBELUM RAMADAN. Petugas Satpol PP Makassar melakukan razia Minuman Keras (Miras) jelang bulan suci Ramadan di salah satu toko penjual miras di Makassar, Senin (25/4).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan awal Juni 2016 mendatang, Penyakit Masyarakat (Pekat) justru banyak ditemukan di Makassar. Salah satu pedagang liar di pinggir jalan berkedok warung, namun menjual Minuman Keras (Miras) berbagai jenis. Bahkan, modus yang digunakan dengan berbagai macam cara dan dijual pagi, siang maupun malam hari.

Pakar Hukum Universitas Bosowa 45 Makassar, Prof Marwan Mas, Senin (25/4), menuturkan, seharusnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Makassar menindas tegas pedagang nakal yang menjual minas dengan beragam cara tersebut.

“Disperindag harus bertindak tegas, kalau dibiarkan berlarut-larut seakan tidak berdaya hadapi pedagang nakal itu. Kalau perlu cabut izin dan bongkar kiosnya,” tegas Marwan.

Menurutnya, selama ini, peredaran minuman keras di Kota Makassar sangat meresahkan masyarakat, sehingga berdampak terhadap gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Selain itu minuman keras juga bisa memicu kejahatan dan kriminal lainnya. Bahkan, kalangan remaja banyak menggelar pesta minuman keras,” katanya.

Oleh karena itu, akademisi ini, menyarankan pihak keamanan Satpol PP sebagai tugas penegakan Peraturan Daerah (Perda) agar melakukan razia minuman keras di sejumlah lokasi guna menegakkan peraturan daerah yang melarang peredaran miras.

“Petugas Satpol PP harus menyisir warung-warung yang diduga menjual minuman keras, hal ini agar memberikan efek jera,” saranya.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi persoalan ini, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar, Muh Fadli, mengakui, jika sejumlah toko penjual miras tidak memiliki izin dari Disperindag Makassar.

“Sesuai data kami sejumlah toko atau kios yang menjual miras tak memiliki izin,” terangnya. “Kami sudah memberikan tegura, tapi tetap dijual,” tambahnya.

Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar melakukan razia kepada sejumlah toko penjual Minuman Keras (Miras) di sejumlah titik di Makassar, Senin (25/4).

Dari razia itu, Satpol PP berhasil menyita ratusan botol miras bermacam merek dari beberapa tempat yang berkedok sebagai toko biasa, namun ternyata menjual miras.

“Ada toko yang menjual miras secara sembunyi-sembunyi. Mirasnya disimpan di gudang, nanti ada pembeli baru dikeluarkan. Kiosnya menjual makanan ringan, namun berkedok miras,” ujar Edward Supriawan, Kapala Bidang Peraturan Perundang-Undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Makassar.

“Dari hasil ini kami amankan ratusan macam miras, sekira 15 karton. Kita minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengevaluasi ulang surat izin toko yang berkedok tersebut,” tuturnya.

Menurutnya, razia miras sesuai Peraturan Daertah (Perda) Nomor 3 Tahun 2004 tentang, Pengendalian, Pengawasan, dan Peredaran Miras. “Razia ini juga untuk memberikan rasa aman, tertib menjelang Ramahan,” terangnya.


div>