MINGGU , 22 JULI 2018

Jelang Suksesi Bupati Takalar, Ada yang Ingin Calon dari Akademisi

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 04 Februari 2016 11:44

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Pergelaran Pilkada di Takalar masih sekitar setahun lebih. Namun gaungnya sudah mulai menggema, terutama menyangkut nama-nama yang dinilai pantas memimpin kabupaten itu selanjutnya.

Di Takalar, perbincangan akan suksesi politik untuk posisi Bupati, sudah ramai terdengar, terutama di warung-warung kopi. Materi yang sedang hangat saat ini, selain profil yang dinilai pantas, juga nama-nama yang punya ambisi untuk maju menjadi bupati.

Sejumlah nama yang saat ini selalu muncul dalam perbincangan politik Pilkada Takalar di warung kopi, antara lain Burhanuddin Baharuddin (incumbent Bupati Takalar), Muhammad Natsir Daeng Nojeng (incumbent Wabup Takalar), Andi Makmur A. Sadda (mantan wabup Takalar), Syamsari Kitta (Politisi PKS), dan H Ince A Rifai Jusuf SH MH (Ketua KKSS Kota Tarakan). Mereka semua berasal dari kalangan politisi.

Selain itu, muncul pula nama dari kalangan akademik yaitu Dr Musyawir Taiyeb (dosen UNM), Dr Patmawati MKep (Ketua Stikes Tanawali Takalar), dan Dr Kembong Daeng (dosen UNM).

Sedangkan dari kalangan birokrat, nama-nama yang digadang-gadang potensial maju adalah Sittiara (mantan Asisten Pemerintahan Kota Makassar), dan Ir Alimuddin Namba (Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel).

Nasrullah Rahim, mantan politisi Partai Hanura Kota Makassar berkomentar soal figur yang pantas menjadi nomor satu di Takalar. Menurutnya, jabatan bupati Takalar tidak harus selalu diisi oleh politisi, tetapi bisa juga dari kelompok lain. Nasrullah lalu menunjuk kalangan birokrat atau akademisi yang lebih potensial dapat membawa pembangunan Takalar menjadi lebih maju.

“Jika kita mau jujur, Takalar ini bisa maju jika yang menjadi bupati dipilih dari kalangan akademisi,” ujarnya.

Nasrullah yang merupakan putra asli Takalar ini menambahkan bahwa Taklar memiliki potensi yang cukup besar untuk dikelola. Jika dapat dikelola dengan baik dan benar, katanya, maka bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Yang bisa mengelola potensi ini adalah orang-orang yang memiliki sumber daya yang memadai, yakni dari kalangan akademisi. Biasanya kalangan akademisi lebih mampu berpikir cerdas,” ujarnya. Dia lalu menunjuk Bupati Bantaeng yang adalah guru besar dari Unhas, telah terbukti mampu membawa kabupaten itu sebagai salah satu daerah di Sulsel dengan pembangunan yang sangat pesat.

Nasrullah menyebut bahwa Takalar juga memiliki beberapa putra daerah dari kalangan akademisi yang bisa dipertimbangkan untuk diusung dan didukung menjadi bupati.

Dukungan calon bupati dari kalangan akademisi juga datang dari Komunitas Masyarakat Takalar Pencinta Kopi Kembar Makassar. Ruslan Talli dari komunitas pencinta kopi Kembar, membenarkan jika Takalar ke depan sebaiknya dipimpin oleh kalangan akademisi.
“Apalagi sekarang ini sudah memasuki era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), sehingga Takalar membutuhkan pemimpin yang memiliki wawasan global, agar bisa bersaing dengan negara-negara lainnya di ASIA.

Karena itu, Ruslan yang juga wakil ketua IKA Angkatan 84 SMA Negeri 1/358 Takalar ini, meminta kepada masyarakat Takalar untuk tidak salah memilih pemimpin. “Pilihlah pemimpin yang memiliki sifat kepemimpinan yang dicintai oleh rakyat, yakni pemimpin yang selalu menekankan kepada masalah moral, memiliki rasa tanggungjawab terhadap kemakmuran rakyatnya, pemimpin yang bisa memperbaiki kehidupan rakyatnya. Jika ada pemimpin yang tidak memiliki sifat tersebut, janganlah dipilih, karena kelak pemimpin yang seperti itu akan mendatangkan bencana bagi rakyat yang dipimpinnya itu,” tegasnya.


div>