RABU , 15 AGUSTUS 2018

Jelang UN, Dinas Pendidikan Harap Telkom dan PLN Normal

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 04 April 2016 08:45

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ujian nasional (unas) SMA/SMK yang dimulai hari ini, Senin (4/4), diharapkan berlangsung dengan lancar. Terutuma yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau yang juga kerap disebut computer based test (CBT).

Selain sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), kota Makassar, melalui Kabid pendidikan menengah, Ahmad Hidayat berharap, tidak ada pemadaman listrik oleh PLN dan tidak ada gangguan jaringan Telkom saat ujian nasional (UN) berlangsung.

“Persiapan sekolah, baik computer, ruangan, sound system sudah siap. Kami berharap pihak PLN tidak melakukan pemadaman dan Telkom tak alami gangguan sewaktu penyelenggaraan UN, dimulai,” ujarnya usai mendampingi Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto memantau persiapan pelaksanaan ujian nasional di sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Makassar, Minggu (3/04) kemarin.

Menurutnya, pihak Dikbud sudah melakukan komonikasi dan koordinasi dengan pihak PLN dan Telkom agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan saat UN berlangsung.

“Dikbud Makassar telah melakukan koordinasi dengan PLN dan Telkom, juga sudah memberikan surat tertulis meminta agar PLN tidak memadamkan listrik dan jaringan telkom tidak gangguan terutama di sekitar sekolah saat UN sedang berlangsung,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihak sekolah bisa menyiapkan genset sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada pemadaman mendadak karena sesuatu hal. Meski, sebenarnya tidak wajib.

“Genset juga diperlukan. Jika gunakan laptop atau computer, saat ujian listrik padam, sehingga sekolah juga melakukan antisipasi dengan menyediakan genset,” tutup Ahmad Hidayat.

Dikatakan, pelaksanaan ujian nasional online, Diknas setempat memastikan telah mengantisipasi kemungkinan dapat terjadi, yakni melalui koordinasi dengan pihak PLN dan Telkom sebagai penunjang kelancaran pelaksanaan ujian nasional sistem online tersebut.

“Dengan kesiapan semua pihak baik sekolah maupun instansi terkait, diharapkan tidak menimbulkan kekhawatirkan maupun kendala dalam pelaksanaannya nanti,” demikian Ahmad.

Sementara itu, Ketua panitia Ujian Nasional (UN), Dr Hasbi MPd mengatakan, Pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/SMK tahun ini menggunakan dua sistem, sistem Non Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian berlangsung selama tiga hari (4-6 April 2016), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung selama sembilan hari (4-12 April 2016).

Dia menambahkan, Ujian Nasional tingkat SMA/SMK sederajat yang akan digelar besok. Saat ini tercatat 39 sekolah menyatakan siap mengikuti UN Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT).

“Total jumlah peserta Ujian Nasional (UN) di Makassar sebanyak 22.416 siswa dengan rincian 13.881 peserta Non UNBK, dan 8.535 peserta UNBK. UN dengan sistem Non UNBK berlangsung di 112 SMA/SMK dengan rincian 17 SMA/SMK Negeri, dan 95 SMA/SMK swasta,” jelas Hasbi.


div>