KAMIS , 19 JULI 2018

Jelang Valentine, Dewan Dukung Larangan Jual Kondom di Minimarket

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 11 Februari 2016 16:31

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota Makassar mengimbau kalangan penjual agar memperketat penjualan alat kontrasepsi (kondom) menjelang perayaan Hari Kasih Sayang atau perayaan Valentine pada 14 Februari. Imbauan itu untuk mencegah potensi seks bebas di kalangan pelajar yang memanfaatkan momentum Valentine.

Menanggapi adanya imbauan tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Rahman Pina, sangat mendukung langkah pencegahan tersebut.

“Sebab kalangan remaja banyak terjun bebas melakukan seks bebas karena dengan mudah mereka membeli kondom,” ujar dia, Kamis (11/2)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memajang larangan pembelian kondom bagi pelajar atau anak di bawah umur pada seluruh supermaket, mini market, hingga apotek di 14 wilayah kecamatan dan 143 kelurahan di Kota Makassar.

Imbauan Pemkot Makassar yang ditempel pada dinding kaca retail dan apotik itu untuk menegaskan pencegahan praktek seks bebas pada usia remaja.

Kasatpol PP Kota Makassar Iman Hoed mengatakan imbauan larangan penjualan alat kontrasepsi secara umum terutama bagi anak di bawah umur dilakukan di pusat belanja pasar modern. Setelah itu lokasi berikutnya seluruh apotik di Kota Makassar.

“Sebab tidak jarang kalangan remaja dengan mudah melakukan seks bebas karena mudahnya juga alat kontrasepsi diperoleh di supermaket dan lainnya,” kata Iman.

Sementara itu, Kabid penindakan Satpol PP Makassar, Edwar Supriawan kembali melakukan penempelan pamflet himbauan ke minimarket dan apotik untuk tidak menjual alat kontrasepsi khususnya kondom kepada warga yang tidak berkeluarga khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

“Jadi saat ada yang hendak membeli kondom, harus memperlihatkan KTP. Tujuannya untuk mengantisipasi kegiatan seks bebas saat perayaan budaya barat valentine’s day,” ungkap Edwar Supriawan.

Kegiatan satpol PP ini manifestasi dari surat edaran walikota sebelumnya yang melarang perayaan valentine’s day bagi anak-anak sekolah, pembatasan penjualan kondom ini sifatnya permanen diawali di momen Valentine’s day,” terangnya.

Ketua Komisi D bidang Kesra, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, hal yang dilakukan oleh Walikota Makassar adalah langkah yang baik dan merupakan terobosan baru. Apalagi menurutnya, merayakan hari Valentine banyak dampak negative yang ditimbulkan dan mudaratnya besar.

“Ini adalah terobosan baru Walikota Makassar sebagai bentuk kepedulian kepada pelajar, apalagi banyak dampak negative yang ditimbulkan dari perayaan Valentine, mudaratnya pun besar, langkah ini bagus, hal-hal ini perlu dilakukan Pemerintah, dan kita harapkan kepala sekolah segera merespon surat Pak Walikota tersebut,” jelasnya.


div>