SENIN , 23 JULI 2018

Jembatan Keppe Jadi Malapetaka, HPMR Rantebelu Nilai DPRD Provinsi Sul – Sel Gagal

Reporter:

Editor:

Lukman

Sabtu , 14 Juli 2018 12:00
Jembatan Keppe Jadi Malapetaka, HPMR Rantebelu Nilai DPRD Provinsi Sul – Sel Gagal

int

LUWU, RAKYATSULSEL.COM – Jembatan dua tiang penyanggah di Keppe Desa Rantebelu Kecamatan Larompong menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak.

Berulang kali Banjir merendam enam Desa di Kecamatan Larompong diakibatkan karena kontruksi jembatan yang tidak sesuai dengan kondisi lingkungan.

Aktivis Himpunan Pelajar Mahasiswa Rantebelu ( HPMR Rantebelu ) Muh. Sahrul menilai anggota DPRD Provinsi kurang sigap dalam mengawasi pembangunan jembatan sebagaimana fungsi Legislatif ” pembangunan jembatan Keppe dibangun Pemprov Sul – Sel, tetapi pembangunan itu berjalan karena lemahnya pengawasan dari para anggota DPRD Provinsi Sul – Sel sebagai perwakilan daerah yang seharusnya lebih pekah dan sigap dalam pembangunan daerah”. ungkap ketua BEM FISIP Universitas Kaltara

Putra daerah Rantebelu tersebut berpandangan pembangunan jembatan Keppe yang kini menenggelamkan enam Desa di Kecamatan Larompong adalah bukti nyata gagalnya anggota DPRD Provinsi dalam memperjuangkan aspirasi rakyat ” jelas ini bukti DPRD Provinsi gagal menyuarakan aspirasi masyarakat ” tutup Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut.

Perlu diketahui bahwa jembatan yang dibangun Pemprov Sul – Sel tersebut memiliki dua tiang penyanggah ditengah yang menghalangi laju air dan menjadi sumber banjir di Kecamatan Larompong, harapan besar Mahasiswa dan Masyarakat agar jembatan tersebut segera dibongkar dan dibangun kembali tanpa dua tiang ditengahnya.


div>