SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Jenazah AirAsia Sulit Dikenali, DVI Gunakan Teknik Superimpose

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 20 Januari 2015 19:29
Jenazah AirAsia Sulit Dikenali, DVI Gunakan Teknik Superimpose

int

SURABAYA, RAKYATSULSEl.COM –  Tim Disaster Victim Identification (DVI) tak kehabisan akal dalam mengidentifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Tim DVI menggunakan teknik analisa yang bernama superimpose untuk identifikasi jenazah yang mulai sulit dikenali.

“Superimpose kita lihat foto seseorang masih hidup. Jenazah kita foto juga, kepala misalnya. Lalu dicocokkan titiknya dengan komputerisasi,” kata Kepala DVI Polda Jatim Kombes Pol Budiyono di Mapolda Jatim, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Surabaya, Jatim, Selasa (20/1/2015).

Nantinya, kondisi tengkorak jenazah akan disamakan dengan foto korban semasa hidup. Posisi hidung, mata, mulut dan sebagainya akan dibandingkan antara kondisi pada jenazah dengan pada foto semasa hidup.

Menurut dia, metode ini amat membantu khususnya pada jenazah yang sudah mulai rusak atau sulit dikenali. Dengan teknik analisa superimpose, yang diperlukan hanya bentuk tengkorak yang mampu bertahan lebih lama dibanding bagian tubuh lainnya.

“Tapi terkadang foto semasa hidup enggak ada. Kalau ada, pas foto saja juga bisa,” beber dia.

Teknik ini pun sudah digunakan pada identifikasi jenazah atas nama Andreas Wijaya pada hari ini. Analisa superimpose melengkapi pemeriksaan primer DNA dan pemeriksaan sekunder dari medis, antropologis serta properti yang ada di tubuh korban. (mtronl)


Tag
  • AirAsia
  •  
    div>