SENIN , 18 DESEMBER 2017

JK: Butuh 100 Tahun Bagi Orang Luar Jawa Terpilih Jadi Presiden

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Rabu , 25 Oktober 2017 22:33
JK: Butuh 100 Tahun Bagi Orang Luar Jawa Terpilih Jadi Presiden

Jusuf Kalla

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Tidak mudah bagi orang luar Jawa untuk menjadi presiden Indonesia. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memprediksi butuh waktu seabad atau 100 tahun lagi orang non Jawa terpilih sebagai presiden.

Menurut dia, itu dampak dari pemilihan presiden dalam sistem demokrasi yang ada saat ini. ”Demokrasi adalah begitu, memilih sesuai dengan kita,” kata JK di Kantor Wakil Presiden, Rabu (25/10) saat bertemu peserta peserta Young Economist Stand Up.

JK menuturkan sejauh ini dia memegang rekor sebagai orang yang paling banyak mengikuti pemilihan presiden-wakil residen. Tiga kali dia bertarung memperebutkan kursi tersebut.

”SBY (Susilo bambang Yudhoyono, Red) dua kali (ikut Pilpres), Megawati (Megawati Sukarno Putri) dua kali, Prabowo (Prabowo Subianto) dua kali, Wiranto dua kali. Cuma saya tiga kali. Menang dua kali kalah satu kali,” kata JK lantas tersenyum.

Dalam situasi diskusi yang santai para peserta pun turut tertawa ringan mendengarkan penjelasan JK. Pria kelahiran Watampone, 75 tahun lalu itu juga menuturkan pada saat kalah Pilpres pada 2009 itulah salah satu peristiwa yang membuatnya sedih.

”Tapi saya tidak shock, tidak apa-apa. Langsung kita pergi jalan-jalan kita lupakan, keluar negeri,” kata pria berdarah Bugis itu.

Menurut JK tidak mudah seorang dari luar Jawa untuk menjadi Presiden. Karena seperti yang dia katakan demokrasi itu memilih seseorang yang sesuai dengan pemilih itu.


div>