SENIN , 18 DESEMBER 2017

JK : Hanya Indonesia yang Ribut Soal Garam dan Gula

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 11 Agustus 2017 09:56
JK : Hanya Indonesia yang Ribut Soal Garam dan Gula

ASEP/RAKYATSULSEL/D PERINGATAN HAKTEKNAS. Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menko PMK Puan Maharani disaksikan Mantan Presiden BJ Habibie, Menristekdikti Muhammad Nasir dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mencoba salah satu produk yang dipamerkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Center Point Indonesia (CPI) Makassar, Kamis (10/8). Peringatan Hakteknas tersebut menjadi yang pertama kali diselenggarakan di luar Pulau Jawa. ----------------------- PERINGATAN HAKTEKNAS. Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Menko PMK Puan Maharani, Mantan Presiden BJ Habibi, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Staf khususWapres Bidang Umum Alwi Hamu memantau sejumlah produk yang dipamerkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-22 di Center Point Indonesia (CPI) Makassar, Kamis (10/8). Peringatan Hakteknas tersebut menjadi yang pertama kali diselenggarakan di luar Pulau Jawa.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Presiden Jusuf Kalla secara resmi membuka puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 di Center Point of Indonesia, Kamis (10/8).

Puncak peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan tombol sirine secara bersama dan peluncuran roket air dari kapal Pinisi oleh Wapres Jusuf Kalla.

Hadir dalam acara tersebut Presiden RI ketiga BJ Habibie, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Selain itu, hadir juga sejumlah gubernur, Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, kepala lembaga pemerintah non kementerian, duta besar negara sahabat dan pimpinan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, JK menyinggung soal persamasalahan garam dan gula yang ada di Indoensia. “Kemarin kita ribut soal garam, tidak ada negara yang ribut garam dan gula kecuali Indonesia, tidak ada negara yang ribut beras, semua orang selesai, kita belum selesai,” ujarnya.

Dia meminta, agar pihak yang berdebat soal hal tersebut dapat melihat negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Kedua negara tersebut, kata dia tidak pernah berdebat soal garam. “Cuma Indonesia berselisih soal garam,” jelas JK.

Orang nomor dua di Indonesia ini menegaskan, apa gunanya banyak universitas jika tak mampu menyelesaikan soal garam. Apa gunanya banyak lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan pemerintah jika tak bisa mencari solusi kekurangan garam.

[NEXT-RASUL]

“Apa gunanya lembaga-lembaga itu kalau kebutuhan dasar masih diperdebatkan terus menerus di bangsa yang sudah merdeka kurang lebih 70 tahun,” katanya.

Olehnya itu, lanjut JK, dia mengajak para cendikiawan, insinyur untuk bangkit mencari solusi kekurangan garam. “Ayo para insinyur, bangkit untuk mengurangi rasa malu kita kepada dunia bahwa kita masih kekurangan garam, dan sebagainya, berselisih. Sebagai bangsa tentu kita malu, terutama saya sebagai Wapres tentu bertanggungjawab. Bangsa ini bangsa besar, kebersamaan kita semua patut dijaga,” tuturnya.

Lebih jauh JK mengatakan, perayaan Hakteknas tidak sekadar ceremony, tetapi untuk terus menjaga semangat berinovasi.

Dia mengatakan, negara yang berkembang membutuhkan semangat, ilmu pengetahuan, dan teknologi, serta kedamaian. “Teknologi tentunya akan memberi nilai tambah,” jelas JK.

Dia menyebut, teknologi satu-satunya cara untuk bertahan dari segala masalah. Tidak perlu inovasi yang mahal, kata dia, tetapi yang sederhana saja namun dampaknya banyak dirasakan.

Apa gunanya universitas dan lembaga penelitian jika terus berselisih soal teknologi. “Teknologi membuat kita hebat, insinyur harus berbuat demi memajukan bangsa kita,” tegasnya.

[NEXT-RASUL]

Menristekdikti, Mohammad Nasir dalam laporannya mengatakan, tema Hakteknas ke-22 tahun 2017, adalah “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan” dengan sub tema “Peran Sumber Daya Manusia dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia”.

“Pemilihan tema ini adalah upaya mendorong terwujudnya visi pembangunan poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden RI dan merupakan cita-cita besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi, pertahanan dan keamanan wilayah NKRI,” jelas Nasir.

Pemilihan Kota Makassar sebagai puncak Hakteknas, kata dia, karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, memiliki pelabuhan perikanan rakyat terbesar dan dinamika pembangunan pesisir yang tinggi.

Hakteknas ke-22 diselenggarakan sebagai wujud apresiasi atas keberhasilan dan prestasi anak bangsa yang membanggakan di bidang iptek dengan lahirnya berbagai produk inovasi teknologi yang bermuara kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Puncak peringatan Hakteknas ke-22 kali ini di Kota Makassar disebut istimewa karena sejak mulai diperingati tahun 1995, ini pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa,” ucapnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyatakan, masih banyak hasil inovasi anak negeri yang harus disinergikan dan dikolaborasikan dengan pemerintah (Kementerian). Jangan sampai inovasi anak Indonesia tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Puan juga menekankan pentingnya inovasi di bidang kemaritiman. “Indonesia berlimpah hasil maritimnya, kita harus terus berinovasi agar hasilnya bisa tepat guna dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” ujar Puan.

[NEXT-RASUL]

Sementara Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Kota Makassar, Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah puncak peringatan Hakteknas 2017.

“Kami segenap warga Sulsel sangat bangga Hakteknas 2017 kali ini dipusatkan di Kota Makassar. Dengan diselenggarakannya Hakteknas 2017 ini, Sulsel siap untuk menjadi pilar utama kemaritiman Indonesia, ” jelasnya. (D)


div>