SABTU , 20 OKTOBER 2018

JK: Jangan Ada Lagi Konflik PPP

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 11 April 2016 10:53
JK: Jangan Ada Lagi Konflik PPP

int

Laporan: Sofyan Basri (Jakarta)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) VIII akhirnya resmi ditutup. Hasilnya, M Romahurmuziy ditunjuk sebagai Ketua Umum PPP secara aklamasi.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menghadiri penutupan secara resmi Muktamar PPP VIII, yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu, (10/4).

Kedatangan Wakil Presiden asal Sulsel tersebut didampingi oleh pendiri Bosowa Corp, Aksa Mahmud disambut langsung oleh Ketua Umum PPP hasil Muktamar Islah, M Romahurmuziy.

Dalam sambutannya JK mengatakan Muktamar VIII PPP adalah yang terakhir yang dilaksanakan. Menurutnya, cukup tiga kali dilaksanakan Muktamar agar menghemat anggaran.

“Mudah-mudahan saja ini adalah Muktamar terakhir PPP, karena repot juga kalau ada lagi Muktamar setelah ini. Karena kan pasti ada anggarannya lagi,” ucapnya.

Wapres yang sering disapa JK ini berharap kedepannya tidak ada lagi perseteruan PPP. Ia mengaku, telah melakukan komunikasi dengan pihak Djan Faridz untuk kembali bersama-sama membangun PPP.

“Saya berharap tidak ada lagi konflik internal PPP, sudahilah konflik yang tidak ada manfaatnya. Tadi pagi saya juga sudah hubungi Djan untuk ikut bersama-sama membangun PPP,” ungkapnya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, kata JK, Bapak dan Ibunya adalah kader PPP. Olehnya itu, ia mengaku, meski dirinya adalah kader Golkar tidak ada salahnya untuk menjadi penengah dalam konflik PPP.

“Bapak dan Ibu saya adalah kader PPP, saya adalah kader Golkar, jadi saya kira tidak ada masalah yang ketika saya menjadi penengah diantara kedua partai ini (Golkar dan PPP, red),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Islah M Romahurmuziy dalam sebuah sesi wawancara mengatakan Wakil Presiden, Jusuf Kalla adalah pendiri PPP di Sulsel. Oleh karena itu, kata dia, tidaklah salah ketika Jusuf Kalla diajak masuk sebagai kader PPP.

“Konon katanya Pak Wapres Jusuf Kalla itu adalah pendiri PPP di Sulsel, jadi saya kira tidaklah salah ketika kita mengajak Pak Wapres untuk kembali ke PPP,” kata Romy–sapaan akrab Romahurmuziy.

Selain itu, di depan Aksa Mahmud, Romy juga menawarkan Erwin Aksa sebagai bendahara umum PPP. “Disini kita juga kehadiran salah satu konglomerat dari Sulsel, Pak Aksa Mahmud. Pak Aksa ini memiliki seorang putra yang bernama Erwin Aksa, dan bagus juga kalau Pak Erwin Aksa jadi bendahara umum PPP,” ucapnya.

Terkait target PPP yang akan masuk tiga besar pemenang pemilu 2019 mendatang, Romy mengatakan target tersebut adalah hal yang realistis. Menurutnya, hal itu tidaklah ambisius karena PPP beberapa kali pernah masuk tiga besar pemenang pemilu.

[NEXT-RASUL]

“Jika berbagai kalangan mengatakan target PPP adalah hal yang ambisius maka perlu diluruskan bahwa itu bukanlah hal yang sulit sebab PPP pernah jadi tiga besar pemenang pemilu yakni sejak 1977 hingga 2004,” ungkapnya.

Terkait dengan harapan JK yang telah menghubungi Djan Faridz, Romy mengaku akan memfollow up hal tersebut. Bahkan, ia mengaku akan menghubungi Djan Faridz untuk melakukan komunikasi.

“Ini kan Muktamar Islah seutuhnya, makanya saya akan tetap menghubungi Pak Djan untuk melakukan komunikasi terkait PPP kedepannya,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Romy mengatakan akan memberikan kesempatan kepada Djan Faridz untuk kembali bersatu membangun PPP. Menurutnya, ia akan memberikan posisi strategis kepada Djan Faridz ketika akan bergabung nantinya.

“Tetap akan ada kesempatan Pak Djan untuk menempati posisi strategis, yang jelas Pak Djan nantinya bergabung untuk membangun PPP kedepannya,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada seluruh pengurus DPW untuk tetap mengakomodir kader PPP yang masih tidak hadir pada Muktamar. Bahkan, secara khusus, ia meminta untuk tetap mempertahankan seluruh kader PPP yang ada di daerah.

“Saya minta kepada seluruh DPW dimanapun berada untuk tetap mengakomodir kader PPP diseluruh daerah,” ucapnya.

Khusus untuk komposisi formatur, Romy belum mau membeberkan. Menurutnya, masih banyak waktu untuk menentukan komposisi formatur dan pengurus DPP.

[NEXT-RASUL]

“Khusus formatur nantilah, kan masih ada waktu 14 hari untuk menentukan komposisi yang pas, tapi nantinya akan ada komposisi yang akan ditempati oleh kalangan pemuda,” ujarnya.

Sekretaris DPW PPP Sulsel, M Aras mengatakan akan mengajukan Amir Uskara untuk masuk menempati posisi sebagai Sekretaris Jenderal DPP PPP. Menurutnya, pada Musyawarah Kerja Wilayah DPW PPP Sulsel yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu telah disepakati untuk mendorong Amir Uskara untuk menempati posisi ketua umum.

“Kemarin pada pelaksanaan Muskerwil kami sepakat untuk mendorong Pak Amir untuk maju sebagai ketua umum, tapi karena posisi itu sudah tidak bisa lagi diperjuangkan maka kita akan all out untuk mendorong Pak Amir untuk menempati posisi sekjen,” ungkapnya.

Senada dengan M Aras, Ketua DPC PPP kabupaten Bone, Muh Amin mengatakan akan memperjuangkan Amir Uskara untuk menempati posisi Sekjen DPP PPP. “Posisi ketua sudah tertutup untuk Pak Amir, tapi kalau posisi Sekjen kan belum, makanya kita akan mendorong Pak Amir untuk menempati posisi tersebut,” jelasnya.

Adapun komposisi formatur PPP antara lain, Suharso Manoarfa, M Romahurmuziy, Epriyadi Asda, Akhmad Muqowam, Fadhly Nursal, Mardiono, Musyafat, Rusman Yakob, Indah Suryadharma Ali, Emron Pangkapi, Amir Uskara dan Reni Marlinawati.

Khusus untuk posisi sekjend DPP PPP sepertinya seksi dikalangan formatur. Bahkan, posisi Sekjen tersebut menjadi perebutan dua formatur asal Sulsel, Amir Uskara dan Reni Marlinawati.

Terkait hal tersebut, Amir Uskara mengaku tidak terlalu berambisi mengejar jabatan dalam kepengurusan DPP PPP periode 2016/2021. Menurutnya, yang paling penting adalah PPP akan tetap solid dan bersatu kembali untuk membesarkan partai.|

[NEXT-RASUL]

“Alhamdulillah saya masuk formatur, bagi saya ini adalah sebuah momentum untuk melakukan konsolidasi dalam menyatukan kembali PPP,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI ini.

Ia menambahkan, besar kemungkinan pengurus DPP PPP yang akan dibentuk oleh formatur akan lebih banyak dari pengurus sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan pengurus DPP akan tetap mengakomodir pengurus DPP hasil Muktamar Jakarta.

“Kemungkinannya nanti pengurus DPP PPP akan lebih gemuk dari biasanya, karena nantinya akan tetap mengakomodir pengurus DPP hasil Muktamar Jakarta, dan inilah merupakan bentuk pencapaian Muktamar Islah yang sesungguhnya,” jelasnya.

Terkait dengan masih adanya pengurus DPW PPP Sulsel yang masih bersikukuh untuk tidak mengikuti Muktamar Islah, Amir mengatakan akan tetap meminta untuk bergabung. Menurutnya, ketika tidak diindahkan maka akan diberikan surat peringatan.

“Yah kita tetap akan meminta mereka untuk bergabung, adapun ketika mereka tetap bersikukuh yah kita akan berikan peringatan,” ujarnya. (ian/uki/D)


div>