SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

JK : Ramadhan, Ceramah di Masjid Harus Menekankan Arti Kedamaian

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 25 Mei 2017 17:21
JK : Ramadhan, Ceramah di Masjid Harus Menekankan Arti Kedamaian

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat di kediaman pribadinya, Kamis (25/5). Foto: Ashar/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pasca ledakan yang terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta timur, Rabu (24/5) malam kemarin, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menekankan dalam menghadapi bulan Ramdhan, dirinya menghimbau kepada seluruh ustadz-ustadz agar dalam ceramanya bisa menekankan arti kedamaian, dan kebersamaan. Hal tersebut diungkapkannya di kediaman pribadinya, Jalan Haji Bau, Makassar, Kamis (25/5).

“Kepolisian dan TNI harus lebih aktif lagi dalam meningkatkan ke waspadaan, tapi harus ada partisipasi masyarakat, seperti jika ada kelainan sekitarnya melihat ada sesuatu yang mencurigakan maka harus dilaporkan. Dan saya meminta di bulan puasa ini, di masjid-masjid harus ada ceramah harus menekankan arti kedamaian, kebersamaan kepada seluruh masyarakat, karena hal ini terjadi karena ajaran yang sesat, yang menganggap bahwa dengan membunuh petugas negara itu mereka merasa beramal, padahal pasti pasti ganjaran yang lebih tinggi,” kata JK.

Dia menambahkan, pemerintah dalam hal ini kita semua menyatakan bela sungkawa atas tewasnya anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas yang disana dan korban yang lainnya.
Menurutnya, hal tersebut memperingatkan bahwa potensi teroris di Indonesia masih ada, olehnya itu kita selalu harus berti-hati, waspada, dan kerjasama apabila melihat kelainan-kelainan itu harus segera dilaporkan ke aparat negara.

“Teroris sudah mendunia, baru saja di Inggirs, kali ini di Indonesia. Kita harus selalu berhati-hati, dan aparat yang melindungi negara harus lebih intens menjalankan tugasnya, yang dibarengi dengan partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menuturkan Wapres JK meminta kepada Gubernur, Kapolda, bahkan seluruh jajaran meminta untuk menjaga suasana yang sudah bagus kondusif disini.

“Pak kapolda diberi spirit yang kuat, panglima pun begitu, untuk bisa menjaga suasana yang cukup bagus, saya juga diminta untuk berkonsenterasi agar kebutuhan dasar masyarakat, seperti PLN dan lain sebaginya, dalam menghadapi bulan Ramdhan, tidak hanya untuk orang islam, tapi untuk umat lain,” kata SYL.

Menurut SYL, bulan kemuliaan ini harus merasakan di semua umat, semua umat atau orang harus bersatu melawan teroris.

[NEXT-RASUL]

“Beliau (JK) banyak bicara orang bunuh diri itu tentu saja di luar logika pergerakannya, artinya tidak mengguunakan akalnya, olahnya itu tentu saja bom bunuh diri itu tidak sepertti serangan yang bisa di matrix, olehnya itu ke waspadaan dan aparat keamanan, tapi lebih penting ada partisipasi masyarakat terlinat juga,” tutup SYL.


div>