SELASA , 22 JANUARI 2019

JK Wajib Menangkan Jokowi di Sulsel

Reporter:

Iskanto

Editor:

Jumat , 21 Desember 2018 13:14
JK Wajib Menangkan Jokowi di Sulsel

Ilustrasi (Rakyatsulsel.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sulsel pada Pemilu 2019 mencapai 6.159.375 wajib pilih. Maka tak heran jika Provinsi Sulsel menjadi incaran calon presiden (capres) pada Pilpres 2019 mendatang. Tak terkecuali pasangan nomor urut satu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Wakil Ketua Tim Kerja Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abd Kadir Karding sesumbar menyapu bersih seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Sulsel. Menurutnya, Sulsel adalah daerah yang penduduknya besar di luar Pulau Jawa. “Sulsel ini masuk sasaran utama kita. Dan kami yakin akan meraih kemenangan,” ujarnya saat ditemui di Cafe Pancious, Jalan Hertasning, Kamis (20/12).

Pertimbangannya kata dia, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla (JK) yang kini menjabat sebagai dewan penasehat pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah putra terbaik Sulsel. Selain itu, ada mantan Gubenur Sulsel dua periode, Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah hingga Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pamanto sudah menyatakan siap memenangkan sang incumbent (Jokowi).

“Kita memiliki putra daerah, seperti pak JK yang luar biasa. Kemenangan pada Pilpres 2014 itu karena tokoh utama semuanya mendukung,” sebutnya.

Menurutnya, JK akan mati-matian untuk bisa memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Sulsel. “Si’rinya pak JK kalau kalah disini (Sulsel). Itu menjadi problem dan ini juga tantangan buat pak JK,” sebutnya.

Ia menegaskan jika kemenangan Jokowi di Sulsel adalah harga mati. Apalagi selama ini, kata Abd Kadir Karding, Jokowi telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sulsel selama 4 tahun terakhir ini. “Perhatian pak Jokowi di Sulsel tidak kurang-kurang dan sudah datang berapa kali dan dalam waktu dekat ini beliau juga akan datang lagi ke Torjara dan Luwu,” jelasnya.

Ia berharap agar rakyat Sulsel kembali memilih Jokowi pada Pilpres mendatang. “Satnya masyarakat Sulsel memilih kembali Jokowi untuk melanjutkan pembangunan. Sulsel diperhatikan, maka mari kita dukung lagi,” tuturnya.

Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia lebih menginginkan pembangunan yang merata dan Jokowi telah membuktikannya pada periode pertamanya. “Kawasan Timur Indonesia (Sulsel) adalah pusat pertumbuhan kedepan. Dan sangat penting memiliki pemimpin yang komitmen soal pertumbuhan itu,” katanya.

Founder Mahaka Group itu menambahkan, untuk mewujudkan Indonesia menuju negara yang sejahtera diperlukan pemimpin yang mempunyai visi misi kedepan dan membukakan peluang – peluang usaha bagi generasi muda.

Dalam mewujudkan cita – cita tersebut, diperlukan kerja sama antara pemuda dan pemerintah untuk menggenjot perubahan agar dan membuka jalan untuk generasi penerus khususnya generasi millenial.

“Kita butuh pemimpin yang memikirkan masa depan generasi muda dan saya melihat figur pemimpin kita sekarang ini melakukan hal itu,” ujarnya.

Bukan hanya memuji kinerja pemerintahan presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, tapi ia juga mengapresiasi semua pembangunan yang telah dilakukan presiden Indonesia sebelumnya. “Semua Presiden Indonesia bagus, karena sudah memberikan kontribusi kepada bangsa,” kata dia.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan menilai, pertarungan Pilpres kedepan akan sengit dalam perebutkan suara rakyat. Setiap provinsi akan jadi lumbung suara bagi kedua paslon, termasuk menggarap wilayah Provinsi Sulsel.

Menurutnya, pertarungan memperebutkan suara di Sulsel bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, pemilih di Sulsel dianggap sebagai pemilih cerdas. Selain itu, kata Aswar, kedua tokoh nasional ini bersama tim yang bekerja di Sulsel harus memperhatikan dan mempertahankan basis suara yang sudah ada. Utamanya, menjaga basis suara dari kaum millenial.

Perlu diketahui, kata Aswar, masyarakat Sulsel menjadi salah satu masyarakat di Indonesia yang melek informasi dan kritis merespon persoalan Pilpres. Olehnya itu, kedua paslon Pilpres harus memperhatikan hal tersebut.

“Dua paslon harus pintar-pintar dalam berkampanye. Karena, masyarakat Sulsel relatif kritis dan rasional serta tidak tanggung-tanggung menyampaikan aspirasinya,” katanya.
“Kedua paslon ini harus mengetahui sifat kulture (budaya) masyarakat Sulsel,” tambahnya. (fah/jus)


div>