JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Jokowi Datang, Relokasi Pasar Sentral Kembali Ditunda

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 28 Juli 2018 14:30
Jokowi Datang, Relokasi Pasar Sentral Kembali Ditunda

Pasar Sentral (Dok/RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Relokasi pedagang Pasar Sentral Makassar kembali tertunda. Seyogyanya hari ini, Sabtu (28/7), Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama PT Melati Tunggal Inti Raya melaksanakan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) ke Ruko Blok B dan Pedagang resmi ke New Makassar Mal (NMM).

Alasan penundaan relokasi tersebut lantaran ada beberapa kegiatan penting yang dihelat di Makassar, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan relokasi. Salah satu alasannya karena kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

“Iya (ditunda), karena masih sibuk-sibuk juga. Mau ada kegiatan jalan sehat Jokowi dan kirab obor Asian Games 2018,” beber Nuryanto G Liwang, Direktu Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya, Jumat (27/7) kemarin.

Anto, sapaan akrab Nuryanto G Liwang, mengatakan, relokasi pedagang di kawasan Pasar Sentral tersebut bisa dilakukan pekan depan. Pasalnya, tidak ada lagi alasan untuk tidak dilakukan relokasi, mengingat batas waktu pengoperasian eks Ruko Blok B yang ditargetkan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto tinggal 21 hari lagi. Makanya itu, pihaknya tetap membuka ruang kepada para pedagang jika sudah mau pindah. Apalagi, pihaknya telah merampungkan verifikasi data para pedagang di Jl KH Wahid Hasyim yang dilakukan tim teknis, beberapa waktu lalu.

“Verifikasi data pedagang sudah selesai, tinggal action (relokasi). Tapi kita buka ruang kepada teman-teman pedagang jika sudah ada yang mau menempati tempatnya. Kemudian sudah tidak adami bersoal yah tidak apa-apa,” ujarnya.

Anto menjelaskan, dari data hasil verifikasi tim ada sekira 164 pedagang di Jl KH Wahid Hasyim yang akan direlokasi. Diantaranya, 38 PKL yang terdaftar dalam Surat Keputusan (SK) 871 ke Ruko Blok B, 40 pedagang tumbuh yang muncul pasca kebakaran dan selebihnya adalah pedagang resmi yang siap menempati New Makassar Mal.

Khusus untuk pedagang tumbuh, salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah lapak yang ada di eks Ruko Blok B. Hanya saja, pedagang tumbuh tersebut menunggu pendataan ulang terkait pedagang yang ada di dalam SK 871 yang masih bertahan di Pasar Sentral. Pasalnya, 180 lapak semi permanen yang saat ini dibangun di eks Ruko Blok B diprioritaskan untuk pedagang yang masuk dalam SK 871.

“Verifikasinya mereka (pedagang tumbuh) di asosianya masing-masing. Pedagang tumbuh kita juga carikan alternatif, tapi mereka masuk di daftar tunggu,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah memberikan solusi kepada para pedagang tumbuh untuk masuk ke NMM. Dimana pemerintah saat ini juga tengah meminta kepada PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) agar memberikan lapak baru kepada pedagang tumbuh tersebut. Pasalnya, lapak di penampungan sementara di eks Ruko Blok B diperkirakan hanya mampu mengakomodir pedagagang yang masuk di SK 871.

“Pak Wali (Wali Kota) jugakan mau buatji yang permanen di bawah eks Ruko Blok B. Jadi mungkin Blok B sekarang ini hanya mengakomodir PKL yang masuk SK 871, tapi kita minta pedagang tumbuhnya, MTIR dia carikan tempat di dalam, sehingga kalau adami yang permanen kita tidak bingungmi data dan mereka sudah punyami tempat yang permanen,” jelasnya.

Sementara, Kabid Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Kota Makassar, Pagar Alam, mengaku, siap mengawal pengamanan relokasi pedagang Pasar Sentral. Bahkan, pihaknya berencana menyiapkan personel sebanyak 150 orang untuk mengawal dan membantu pedagang pindah, baik ke gedung New Makassar Mall maupun eks Ruko Blok B.

“Pengamanan kan bukan cuma dari Satpol PP, ada TNI dan Polri. Tapi kalau dari Satpol PP kita rencananya menyiapkan 150 personel,” singkatnya. (*)


div>