MINGGU , 24 JUNI 2018

JPI: IYL Tertinggi, NA Masih Berbohong Dengan Programnya

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 29 Mei 2018 10:30
JPI: IYL Tertinggi, NA Masih Berbohong Dengan Programnya

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil risetnya yang menempatkan pasangan Ichsan Yasin Limpo- Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) berada di posisi teratas, kubu NA-ASS kian gencar melakukan dugaan pelanggaran.

Hal ini terlihat mulai dari atribut peraga di luar produksi KPU yang kini massif disebar di sejumlah titik, terutama di Makassar, dan pelibatan struktur penyelenggara pemerintahan. Seperti menggalang dukungan RT/RW secara terang-terangan di Makassar, maupun dugaan keterlibatan sejumlah camat dan ASN di Kabupaten Bantaeng.

Bahkan pasangan usungan koalisi PDIP ini disebut-sebut memasukkan foto yang menggunakan simbol Salam Lima Jari. Padahal dalam aturan, kandidat tidak diperkenankan menggunakan simbol-simbol di kertas suara yang akan dicetak KPU.

Menanggapi hal tersebut Juru Bicara JPI, Muhammad Firwandhy Atmin menganggapnya sebagai ekspresi kepanikan dan tindakan yang latah karena didukung partai penguasa sehingga seenaknya melabrak aturan secara brutal.

“Jangan mentang-mentang didukung partai penguasa sehingga seenaknya melabrak aturan, mungkin mereka panik,” ungkapnya.

Iapun meminta kepada kubu NA-ASS untuk tidak mengekspresikan kepanikannya dengan cara-cara yang jekkong (curang).

“Kami berharap pak NA yang mengklaim dirinya sebagai akademisi seharusnya memberikan kita semua pendidikan politik yang baik dan benar serta mengajarkan kita bagaimana bersikap dalam berkontestasi bukan malah mempertontonkan sikap-sikap yang tidak mendidik seperti melabrak aturan, jekkong namanya itu,” tambahnya.

Aktivis mahasiswa ini pun menyayangkan sikap penyelenggara yang terkesan melakukan pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 3 tersebut.

“Tertibkan, jelas disana ada program, nomor urut, sifatnya sudah kampanye,” jelasnya.

Ia mengancam akan mendatangi dan menggugat panwaslu ketika tidak secepatnya melakukan tindakan.

“Kami dan seluruh teman-teman JPI akan ramai-ramai datang dan menggugat penyelenggara jika tidak segera ditindaki,” tutupnya. (*)


div>