SELASA , 14 AGUSTUS 2018

JPS Kecam Sikap Oknum Kanit Intel Polsek Lappariaja yang Mengancam Wartawan

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 15 September 2015 14:25

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM – Jurnalis Peduli Sinjai (JPS) mengecam perilaku oknum Kanit Intel Polsek Lappariaja, Aipda AR yang mengancam akan memukul wartawan yang hendak meliput saat oknum tersebut mengamuk di salah satu THM di Bone.

wartawan yang tergabung dalam JPS menilai, perilaku oknum tersebut tidak mencerminkan sikap sebagai pengayom masyarakat. Selain itu, aparat politi itu menunjukkan sikap tidak menghargai tugas-tugas wartawan yang hendak mengklarifikasi sebuah persoalan.

Divisi Advokasi JPS, Andi Agil Prawira,SH mengatakan, kelakuan oknum polisi tersebut tidak mencerminkan diri sebagai pengayom masyarakat dan tak menghargai tugas-tugas Jurnalis.

“Malah melakukan pengancaman terhadap wartawan yang hendak melakukan peliputan. Ini kan tidak mencerminkan sebagai pengayom masyarakat,” ujar Andi Agil, Selasa (15/09).

Kecaman ini dilontarkan mengingat wartawan yang mendapat ancaman dari oknum polisi mabuk itu adalah Wakil Ketua JPS. “Karena itu, kami Jurnalis Peduli Sinjai meminta kepada Kapolres Bone untuk memberikan sanksi tegas kepada oknum Polisi yang mengancam wartawan. Jangan biarkan kasus ini berlarut-larut,” ujar Agil.

Sebelumnya, oknum polisi yang merupakan Kanit Intel Polsek Lappariaja, Aipda AR mengamuk di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Jl MH Thamrin Watampone, pada Minggu (13/9) dinihari lalu.

Dari informasi yang dihimpun RAKYATSULSEL.COM di lokasi, kejadian berawal dari teguran pemilik THM, Mansyur alias Ancu kepada seorang DJ. Teguran itu dilontarkan karena DJ yang sedang pentas itu, sementara bukan jadwal job. Mansur menyuruh DJ tersebut turun.

Pada saat Mansur alias Ancu menegur, di saat yang bersamaan, ada pengunjung yang memecahkan benda, tak jauh dari WC.

Melihat gelagat akan ada kericuhan, sejumlah wartawan yang ada di seputaran lokasi THM tersebut mempersiapkan kamera untuk mengambil gambar. Namun justru hal itu membuat Aipda AR yang berada di tempat itu, tidak bisa mengontrol diri, dan mau menyerang wartawan dengan menggunakan gelas.

Merasa terancam oleh tindakan Aipda AR, para wartawan lalu memilih ke luar dari THM.

Pengunjung dan beberapa oknum polisi yang berada di THM tersebut berusaha melerai, tetapi justru membuat Aipda AR semakin beringas. Oknum polisi itu memaki wartawan dengan kata-kata yang tidak terpuji.

Diduga, pada saat mengancam wartawan, Aipda AR berada di bawah pengaruh minuman keras.

“Silahkan lapor ke pak Kapolres, saya Andi Rifai pangkat Aipda. Isri saya dokter, tinggal di Jl Sungai Saddang. Siapa kamu! Apakah wartawannya Fajar, silahkan dimuat, kalian saya bisa beli dan saya akan habisi kamu dengan preman,” teriak Aipda AR dengan nada tinggi.

Bahkan sang oknum polisi menantang wartawan yang meliput. “Wartawan, ya silahkan angkat, menghadap ke Kapolres. Tidak ada urusan dengan itu,”ujarnya.


Tag
  • polisi
  •  
    div>