SENIN , 20 AGUSTUS 2018

JRM Apresiasi Terobosan Gubernur Terpilih Kembangkan Pariwisata di Toraja

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 09 Agustus 2018 22:36
JRM Apresiasi Terobosan Gubernur Terpilih Kembangkan Pariwisata di Toraja

Jhon Rende Mangontan

TORAJA, RAKYATSULSEL.COM – Rencana penundaan sementara pelaksanaan event tahunan Lovely Desember 2018 di Kabupaten Tana Toraja oleh Gubernur Sulsel terpilih Nurdin Abdullah mendapat banyak apresiasi. Tak terkecuali, salah satu tokoh masyarakat di Toraja, Jhon Rende Mangontan.

Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Provinsi Papua ini mengaku mendukung langkah Bupati Bantaeng dua periode itu dengan memprioritaskan pembenahan sejumlah infrastruktur pembangunan di Toraja dibanding pelaksanaan Lovely Desember.

Namun, menurutnya event tahunan tersebut, tetap diadakan tapi dalam bentuk lebih sederhana. “Pemikiran dan gagasan yang diusulkan Pak Gubernur terpilih sangat bagus. Tentu perbaikan infranstruktur akan berdampak positif terhadap pariwisata yang ada di Toraja,” ujarnya.

Namun, sebaiknya Lovely Desember tetap ada tapi dalam bentuk sederhana. Mengingat momen Lovely Desember menjadi ajang para perantau untuk berkumpul di kampung halaman menggelar doa bersama dan membicarakan pengembangan kampung halaman sebagai bentuk dukungan ke pemerintah daerah.

Menurut JRM, panggilan akrabnya, langkah ini diambil NA tidak lain tujuannya demi kebaikan daerah dan kemajuan pariwisata yang sudah dikenal mendunia selama ini.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel terpilih Prof Nurdin Abdullah mengusulkan dana event tahunan lovely Desember Toraja dialihkan ke pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menunjang Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk mengembangkan daerah destinasi wisata yang sudah go internasional itu lebih baik lagi. “Uang untuk Lovely Desember diserahkan ke kabupaten,” ujarnya.

Adapun deretan infrastruktur yang harus dibangun tersebut antara lain, jalannya harus nyaman, bebas dari kotoran, sudah tidak ada lagi jalan yang berlubang di dua kabupaten yang sangat terkenal di mancanegara itu.

“Kota pariwisata Rantepao dan Makale harus bebas debu dan dibangun trotoar agar turis merasa nyaman,” tambahnya lagi.

Selain itu, NA juga menjelaskan, kehadiran turis di Toraja selain menikmati hari liburnya, turis juga harus dimanjakan dengan berbagai keindahan Kota Rantepao dan Makale dengan pelayanan khusus.

“Apalagi Toraja ini lebih terkenal daripada Indonesia, bayangkan orang turis lebih mengenal Toraja dibandingkan Sulawesi Selatan,” pungkasnya (*)


div>