JRM Minta Maaf Kepada Gereja Toraja dan Praya PPGT

Ketua Ikat Papua, John Renden Mangontan di dampingi istri dan kuasa hukum Joni Paulus.

TANATORAJA, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Ikatakan Keluarga Toraja Provinsi Papua, John Renden Mangontan (JRM) minta maaf kepada segenap pengurus Gereja Toraja dan panitia Pertemuan Raya (Praya) ke-10 Persatuan Pemuda Gereja Toraja ( PPGT), serta peserta Praya, atas insiden di jemaat Palangi Kecamatan Balusu, Toraja Utara pada Senin 25 September 2017, lalu.

Kepada sejumlah awak media, JRM mengatakan bahwa dirinya telah mengaku khilaf sehingga menampar Djuli Mambaya yang merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.

Ditambahkan JRM, bahwa insiden tersebut terjadi karena dipicu tindakan Djuli yang sejak bulan Juni hingga saat ini yang terus menghina, mencemoh dan mengancam dirinya. Sehingga dirinya sebagai manusia biasa khilaf dan melakukan penamparan saat bertemu dalam sebuah acara di Jemaat Palangi. (*)