KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Jual Sabu Rasa Garam, Mahasiswa Sidrap Diculik dan Dianiaya Empat Pria

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 31 Maret 2017 11:33
Jual Sabu Rasa Garam, Mahasiswa Sidrap Diculik dan Dianiaya Empat Pria

int

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Semua ini gara-gara mahasiswa berinisial AF (25) menjual sabu-sabu palsu. Karena merasa diitipu, empat pembelinya menculik lantas menganiaya AF, Kamis (30/3/2017).

AF merupakan warga Sima’e, Kelurahan Baranti, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ia melaporkan kasus yang dialaminya ke SPKT Polres Sidrap.

Sesuai Laporan polisi Nomor: LPB/195/III/2017/SPKT, tanggal 30 Maret 2017, Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Sidrap langsung bertindak, dan berhasil mengamankan empat orang pria berbeda kampung pada pukul 14.00 Wita.

Empat pria yang diamankan adalah EB (45), AJ (25) beralamat di Bone, serta ED (34) dan RB (39) yang merupakan warga Pammana, Kabupaten Wajo.

“Kita berhasil tangkap para pelaku secara terpisah masing-masing di kampung halamannya. Penangkapan tersangka turut di-backup Resmob Polres Bone dan Wajo,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Anita Taherong, kepada BKM, Jumat (31/3/2017).

Peristiwa penculikan AF terjadi pada Rabu (29/3/2017) sekitar pukul 20.00 Wita di belakang SD Negeri 1 Baranti, Kecamatan Baranti, Sidrap.

Kronologisnya saat korban menawarkan narkoba jenis sabu-sabu. Belakangan narkoba ini disebut palsu oleh pembelinya karena isinya penyedap masakan dicampur garam. Pemesan barang EB membeli sabu palsu itu melalui perantara lelaki BB senilai Rp19.500.000.

Merasa narkoba itu palsu, keempat pelaku menculik serta menganiaya AF. Para pelaku memaksa korban mengembalikan seluruh uangnya.

“Kasus ini masih kita dalami, termasuk alasan pelaku menganiaya korban. Katanya korban tertipu beli sabu-sabu, tapi palsu. Namun belum kita percayai keterangannya,” jelas Anita Taherong. (SM/BKM)


div>