KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Jubir AIS: Ada Kandidat Mulai Panik

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 16 September 2015 00:57
Jubir AIS: Ada Kandidat Mulai Panik

Juru bicara calon bupati Barru Idris Syukur, Arief Saleh. (foto;IST)

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Laporan kubu Malkan Amin-Salahuddin Rum ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Barru mengenai dugaan pelibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dilakukan kandidat incumbent Andi Idris Syukur, ditanggapi dingin Juru Bicara AIS, Arif Saleh.

Menurut Arif, hak setiap kandidat melaporkan setiap dugaan pelanggaran ke Panwaslu. Hanya saja, materinya jangan terkesan mengada-ada, apalagi sampai menuding jika yang mengarahkan adalah Idris-Suardi.

Mantan redaktur politik Koran SINDO itu menyatakan, laporan kubu Malkan-Salahuddin itu salah kaprah. Alasannya, sejauh ini, pihaknya tidak pernah mengarahkan camat, PNS untuk memfasilitasi pertemuannya.

“Jangankan sekarang, saat masih menjabat bupati, Pak Idris selalu meminta PNS agar fokus saja melayani rakyat. Itu bukti kedewasaan berpolitik beliau. Dan prinsip itu selalu dijaga,” tegas Arif, Selasa (15/9).

Soal laporan kubu Malkan-Salauddin, Arif meyakini jika Panwaslu bisa bekerja profesional tanpa terpengaruh dengan intimidasi. Sebab kenyataannya, Idris-Suardi tidak pernah mengarahkan PNS untuk memfasilitasi kegiatan pencalonannya.

“Jadi yang benar adalah Idris-Suardi bersilaturahmi dengan rakyat. Soal ada kepala desa, bisa saja hadir memantau wilayahnya. Ataukah ada PNS hadir mendengarkan visi-misi kandidat. Dan itu tidak dilarang, karena mereka juga punya hak pilih,” urai Arif.

Malah Arif mendengar laporan masyarakat, justru ada kubu kandidat yang justru gencar mau menemui kepala desa dan aparat pemerintahan. “Tapi kita tidak pernah persoalkan itu, karena kami meyakini kalau masyarakat sudah pintar dalam menentukan pilihannya,” katanya.

Arif menduga, laporan itu bisa menjadi salah satu bukti jika ada kubu tertentu mulai panik dengan pergerakan AIS yang terus mendapat dukungan dan simpati berbagai elemen masyarakat selama ini. “Bisa saja mereka panik, sehingga sembarang mau dikaitkan untuk melemahkan AIS,” tandasnya.

Meski demikian, Arif tetap mengimbau kepada tim dan relawan untuk tidak terpancing dengan manuver pihak tertentu. Pasalnya, di setiap even politik, jika ada kandidat yang berada dalam posisi leading, selalu dicarikan cara untuk dijatuhkan.


div>