SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Jubir FMI Soroti Legislator Makassar Yang Mangkir Dari Panggilan Panwaslu

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Sabtu , 24 Maret 2018 06:00
Jubir FMI Soroti Legislator Makassar Yang Mangkir Dari Panggilan Panwaslu

Andi Muhammad Riski

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sebagai organisasi kepemudaan pertama yang concern terhadap pendidikan politik, tentu FMI memiliki peran dan senantiasa memberi pemahaman yang positif terhadap dinamika perpolitikan yang ada.

Terkait pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh 13 legislator yang dilaporkan dengan dugaan pelanggaran pidana Pilkada lantaran menggunakan fasilitas Negara untuk Konferensi Pers salah satu kandidat, Juru Bicara FMI, Andi Muhammad Riski angkat suara.

“Ini adalah hal yang mencederai kehormatan kantor perwakilan rakyat, anggota dewan seharusnya dipilih untuk membela kepentingan rakyat bukan kepentingan beberapa pihak. Dan sepanjang saya mengamati dan membaca literatur terkait perhelatan demokrasi di Indonesia ini pertama kalinya terjadi. Pasang spanduk kemudian konferensi pers untuk calon walikota,” katanya kepada awak media, Jumat (23/03).

Terkait mangkirnya sejumlah legislator DPRD Makassar dari panggilan Panwaslu, FMI mengajak masyarakat agar tidak berpikiran negatif. Karena menurut dia, mungkin saja disaat yang bertepatan sedang ada tugas rakyat di luar kota yang harus diselesaikan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak berpikiran negatif dulu, kita semua ketahui apa yang dilakukan mereka adalah hal yang salah. Tapi biarkan lembaga (panwaslu) yang memiliki otoritas menjalankan tugas dan fungsinya, sempat tawwa bertepatan dengan agenda rakyat sehingga tidak ada semua di Makassar anggota dewan ta,” imbuh alumnus Fakultas Hukum Unhas ini. (*)


div>