RABU , 18 JULI 2018

Jubir Sumanga’NA : Tim Hukum Paslon 3 Butuh Sekolah Lagi

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 19 Juni 2018 10:15
Jubir Sumanga’NA : Tim Hukum Paslon 3 Butuh Sekolah Lagi

Udin Jalarambang. (ist)

BANYAENG, RAKYATSULSEL.COM – Melihat pemberitaan di media Juru Bicara (Jubir) Pasangan Calon ( Paslon) nomor urut 2 Andi Sugiarti – Andi Mappatoba (Sumanga’NA) akhirnya angkat bicara.

Ia menganggap tuduhan ke paslon Sumanga’NA yang melibatkan aparat kepolisian itu tidak benar.

“Mengenai kejadian semalam di kelurahan Lembang Gantarang Keke, tadi kami sampaikan tentang tuduhan yang tidak benar mengenai pelibatan aparat kepolisian dalam hal ini Pak Badrun,” jelas Udin Jalarambang dalam rilisnya, Selasa (18/6) kemarin.

Adapun klarifikasi dalam hal tersebut sudah dijelaskan salah satu tim Paslon Sumanga’NA, Idil ke kasiwas polres sebagai berikut :

“Assalamualaikum.. saya lihat di pemberitaan. Badrun di lapor di propam terkait kejadian tadi malam.. kronologis kejadian tadi malam setelah saya baca di grup bahwa salah satu tim no 3 di dapat di suatu tempat di batu labbu dan di kerumuni dengan massa yang banyak.. saya panggil pak. Badrun untuk temani saya kesana karena takut terjadi apa-apa.. Dan ternyata setelah saya tiba di TKP kondisi memang sudah tidak memungkinkan massa sudah bawa parang dan bahkan mengancam anak itu karena di duga dia adalah suruhan untuk menjadi pemangamat lokasi untuk penyerahan money politik..

Berulang kali saya minta untuk ambil anak itu tp masih di tahan. Nanti setelah saya sampaikan bahwa ada polisi yang saya panggil kesini untuk bawa anak ini ke polres.

Barulah anak itu di serahkan. Dan karena anak ini mengaku punya akun palsu atas nama putra bantaeng maka kami mempertanyakan siapa saja pengguna akun palsu seperti bejo2 ferdinan muhammad yang sampai saat ini polres bantaeng belum bisa menangkapnya.

Tidak ada intimidasi terkait money politik yang Pak Badrun lakukan hanya untk meyelamatkan anak ini dari pengaruh sensitif masyarakat persoalan pilkada dn ingin membongkar siapa pemilik akun-akun palsu yang meresahkan kami.

Persoalan uang 1 juta memang benar teman menjanjikan ke anak itu jika dia memberitahukan ke kami siapa pemilik akun palsu itu. Dengan tujuan untk menyampaikan ke pihak polres agar laporan kami dapat tertangani sebagaimana yang kami harapkan. Jadi tidak ada intimidasi melainkan niat untk membantu polres bantaeng mengungkap akun-akun yang sudah lama terlapor,”.

Jadi ini sepertinya adalah upaya lempar batu sembunyi tangan tim paslon 3 sebab beberapa malam ini ditemukan

1. Pembubaran oleh panwas pertemuan yg dipimpin oleh salah satu anggota DPRD di bonto cinde. (Tanpa ijin dan pemberitahuan)

2. Ditemukannya logistik yang diduga milik paslon

3 di desa balumbung. (Sudah disampaikan ke panwas tompobulu dalam hal ini Ahmad Makmur dan Riswan langsung mendatangi lokasi)

Yang lebih memprihatinkan adalah keterangan tim hukum paslon 3 disalah satu media online menuduh paslon kami melibatkan aparat kepolisian untuk terlibat politik praktis. Pernyataan ini berbahaya sebab tanpa pembuktian lalu dirilis dimedia sebab bukan hanya paslon kami yang tidak terima tapi kami meyakini institusi kepolisian Bantaeng juga merasakan hal yang sama.

Dengan ini kami menyampaikan bahwa mungkin tim hukum butuh sekolah lagi agar tau, paham, dan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan sebab ini bisa memicu kejadian yang lebih besar (Udhin Jalarambang – Jubir). (rls)


div>