SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Juli, Pemprov Buka Penerimaan CPNS

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 26 Mei 2018 11:30
Juli, Pemprov Buka Penerimaan CPNS

Kepala BKD Sulsel, Ashari F Radjamilo. foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

*Mayoritas Tenaga Guru dan Kesehatan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) seluruh Indonesia telah masuk dalam pembahasan penetapan kuota oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) kepada masing-masing daerah.

Pada rapat penetapan kuota penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diselenggarakan di Hotel Sahid, Jakarta Senin (14/5) lalu, ditentukan jadwal penerimaan CPNS jatuh pada bulan Juli tahun ini. Hal itu, juga diakui oleh Kepala BKD Sulsel, Ashari Faksirie Rajamilo.

“Kalau tidak salah, paling lambat bulan Juli, itu sesuai kesepakatan dari alhasil rapat waktu itu di Jakarta,” kata Ashari, Jum’at (25/5) kemarin.

Namun, Ashari mengaku jika pihaknya belum mendapatkan jumlah kuota kebutuhan pegawai dari Kemenpan-RB, alasannya masih dalam proses pencocokan detail data kebutuhan CPNS sesuai arahan Menpan-RB.

“Jumlah kuota belum ada, soalnya Kemenpan mau lebih rinci lagi. Kita akan laporkan pekan ini secara rinci,” ujar Ashari.

Data detail yang dimaksud, kata Ashari, misalnya meliputi kebutuhan tenaga kesehatan, harus secara mendetail lagi sampai ke profesimya. “Misalkan kita (Pemprov) butuh dokter sekian, butuh bidan dan perawat sekian, nanti itu akan dihitung (kebutuhan gaji) lagi secara keseluruhan,” paparnya.

Hanya saja, penerimaan CPNS ini seakan membutakan mata pemerintah terhadap nasib ribuan tenaga honorer kategori dua yang masih menyandang tenaga outsourching sampai saat ini. Sejumlah pegawai paruh waktu ini pun merasa tidak ada penghargaan pemerintah terhadap pengabdian maupun usahanya hingga saat ini.

“Kalau pemerintah sekarang, sudah tidak mau memperhatikan tenaga honorer lama seperti saya dan yang senasib dengan saya yang mengabdi sudah lama, tapi pemerintah tidak memperhatikan nasib kami. Insha Allah tahun 2019, saya akan pilih pemimpin baik presiden, wakil DPR, DPRD mau pun Bupati hanya yang mau memperhatikan nasib kami tenaga honorer,” ujar salah seorang honorer lingkup Pemprov Sulsel yang enggan disebutkan namanya.

“Seharusnya pemerintah selesaikan dulu para honorer yang sudah puluhan tahun mengabdi. Itu kan sudah benar-benar mengabdi pada bangsa dan negara, memang cari pekerjaan dan kehidupan, tolonglah honorer dulu perhatikan bapak Jokowi,” timpal honorer lainnya yang juga tak ingin disebut namanya.

Diketahui, Pemprov Sulsel mengusulkan sebanyak 2900 kebutuhan pegawai, yang terdiri dari tenaga guru guru sekitar 1000 kuota, tenaga kesehatan 600 kuota dan selebihnya kategori umum. Secara keseluruhan, kebutuhan bersama kabupaten dan kota di Sulsel berjumlah 18,632 permintaan CPNS. (*)


div>