SENIN , 17 DESEMBER 2018

Jemawa, NA Bisa Jadi Penonton

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Senin , 11 September 2017 10:12
Jemawa, NA Bisa Jadi Penonton

Karikatur (Doc. RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), selalu mengklaim memiliki hasil survei tertinggi diantara kandidat lainnya. Sejauh ini, ia pun mengaku telah mengantongi dukungan 17 kursi. Namun jika NA jumawa, ia bisa saja hanya menjadi penonton di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang.

Situasi politik enam bulan menjelang Pilgub Sulsel 2018, semakin dinamis. Dukungan sejumlah partai yang memiliki kursi di DPRD Sulsel, telah mengerucut ke kandidat tertentu. Paket Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH – Aziz) misalnya, hampir pasti diusung 25 kursi. Terdiri dari Partai Golkar yang memiliki 18 kursi dan NasDem dengan tujuh kursi.

Dukungan masih bisa bertambah dari partai lainnya, khususnya dari partai yang merupakan koalisi golkar di tingkat pusat.Sedangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), telah mengantongi rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki sembilan kursi, dan tujuh kursi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). IYL – Cakka hanya membutuhkan satu kursi lagi untuk bisa bertarung di Pilgub Sulsel.

Bakal calon lainnya, Agus Arifin Nu’mang – Aliyah Mustika Ilham, baru mengantongi rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mempunyai tiga kursi dan Partai Bulan Bintang (PBB) satu kursi. Pasangan ini masih membutuhkan dukungan 13 kursi untuk bisa bertarung di pilgub.

Agus dan Aliyah masing-masing merupakan kader Gerindra dan Demokrat, sehingga disebut berpeluang besar mendapat rekomendasi partainya. Diketahui, Gerindra dan Demokrat masing-masing memiliki sebelas kursi. Tersisa, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mempunyai enam kursi dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang memiliki lima kursi, belum menentukan arah dukungannya. Begitupun dengan PKPI, yang hanya menguasai satu kursi.

Pakar politik UIN Alauddin Makassar, Syarifuddin Jurdi, menilai, kepastian NA untuk mengendarai partai dalam waktu dekat agak sulit. Hampir sebagian besar partai sudah menentukan jagoannya. Namun, jika NA terus memburu partai dan intens berkomunikasi ke DPP, konstalasi bisa saja berubah.

“Sepertinya agak sulit ya. Tapi saya kira masih sangat terbuka, mengingat proses pilgub masih berjalan. Selain NH-Azis dan IYL-Cakka yang sudah pasti, calon seperti NA dan Agus masih memiliki peluang untuk bisa mengendarai Hanura, Gerindra, Demokrat, PDIP, PKS,” kata Syarifuddin, kemarin.


div>