MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Jumlah Wisman ke Sulsel Turun 51,1 Persen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 06 Maret 2018 11:30
Jumlah Wisman ke Sulsel Turun 51,1 Persen

ilustrasi wisman

– Per Januari Dibandingkan Desember 2017

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Upaya meningkatkan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan domestik terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah.

Namun, sepanjang Januari 2018, hasil rekapitulasi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel capaian kunjungan wisman masih jauh dibandingkan kunjungan pada Desember 2017.

Ketua BPS Sulsel, Nursam Salam, di kantornya, Senin (5/3), menerangkan, khusus kunjungan wisman pada Januari 2018 turun drastis jika dibandingkan Desember 2017 hingga mencapai 51,10 persen.

Pada Januari 2018, jumlah kunjungan wisman sebanyak 826 kunjungan sedangkan pada Desember 2017 mencapai 1.689 kunjungan. Jika dibandingkan Januari 2017 kunjungan wisman sebanyak 1.677 kunjungan atau turun 50,74 persen dibandingkan Januari 2018.

“Menurunnya kunjungan wisman tersebut tentunya berdampak pula pada turunnya Tingkat Hunian Hotel (TPK). Hasil pendataan BPS Sulsel, TPK pada Januari 2018 hanya 50,96 persen sedangkan Desember 2017 sebesar 53,90 persen dari seluruh kamar hotel klasifikasi berbintang,” jelasnya.

Nursam mengutarakan, wisman yang banyak berkunjung ke Sulsel pada 2017 berasal dari Malaysia, Tiongkok, Singapura, dan negara eropa lainnya.

Pada Januari 2017 wisman asal Malaysia sebanyak 746 orang dan Desember 2017 naik menjadi 1.046 orang. Disusul asal Tiongkok pada Desember 2017 sebanyak 417 orang. Namun, pada Januari 2018 kunjungan wisman asal Malaysia turun drastis menjadi 499 orang dan Tiongkok hanya 23 orang.

Nursam mengatakan, belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya angka kunjungan wisman pada Januari 2018 di Sulsel ini.

Faktor pendukung utama kunjungan wisman di Sulsel adalah sarana transportasi. Pada Januari 2018, penumpang penerbangan internasional sebanyak 17.990 orang.

Bukan hanya penumpang penerbangan internasional yang menurun, tetapi juga penerbangan domestik. Dari 1.138.520 orang pada Desember 2017 turun menjadi 1.051.610 pada Januari 2018. (*)


div>