SENIN , 10 DESEMBER 2018

Jurnal Celebes dan MCA Launching Buku Berebut Cahaya di Mahalona

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 28 September 2017 22:15
Jurnal Celebes dan MCA Launching Buku Berebut Cahaya di Mahalona

Lembaga Swadaya Masyarakat Jurnal Celebes bersama Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia saat meluncurkan buku "Berebut Cahaya di Mahalona".

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga Swadaya Masyarakat Jurnal Celebes bersama Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia menampilkan potret kondisi kelistrikan di Sulsel pada Dialog Publik dan peluncuran buku “Berebut Cahaya di Mahalona”.

Direktur Eksekutif Jurnal Celebes, Mustam Arif mengatakan, kegiatan ini merupakan program kerja sama dua lembaga. “Untuk merangkumnya, batas waktu di lapangan 18 bulan,” katanya, di Hotel Horison, Jl Jend. Sudirman, Makassar, Kamis (28/9).

Dialog publik yang membedah buku terkait potret kelistrikan di Sulsel itu, selain menampilkan pembicara dari Jurnal Celebes juga menghadirkan pembicara dari akademisi Universitas Hasanudin (Unhas) DR Bachtiar Napu yang juga adalah Ketua Pusat Studi Energi dan Listrik Unhas, Manager SDM dan Administrasi PT PLN Sulselrabar Toni Wahyu Wibowo, Kabid Energi Baru Dinas ESDM Sulsel Achmad Habib dan Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Sulsel Yudi Raharjo.

Menurut Mustam, buku ini mengulas kondisi kelistrikan di Mahalona, Luwu Timur, Sulsel untuk dilihat secara keseluruhan di wilayah Sulsel dengan upaya mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT).

Pada dialog publik dan bedah buku tersebut, Bachtiar mengulas peran perusahaan listrik negara yang menguasai dari hulu hingga hilir.

“Peran PLN ada dua yakni sosial dan bisnis, namu diharapkan lebih mengutamakan sisi sosialnya baru kemudian profitnya,” katanya sembari mengimbuhkan, dengan pengadaan sumber EBT yang lebih ramah lingkungan seperti energi matahari, air dan biogas, sehingga biaya dapat ditekan.

Sementara itu, Dinas ESDM, Achmad mengatakan, pihaknya sangat mendorong penggunaan EBT di lapangan. Hanya saja pengimplementasiannya di lapangan masih terdapat sejumlah kendala baik dari segi pengadaan alat maupun kebijakan yang dapat disinergikan.

Katanya, isi buku tersebut dengan mengakui kondisi kelistrikan di Mahalona dan selebihnya menyangkut PLN dengan segala permasalahannya.

“Rasio elektrifikasi memang belum dapat tercapai 100 persen pada akhir 2017, namun kami optimis target itu dapat tercapai tahun depan,” ungkapnya.


div>