SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Jurnalist Toraja Berduka

Reporter:

Cherly

Editor:

Lukman

Selasa , 24 April 2018 19:00
Jurnalist Toraja Berduka

Gede Siwa, SH yang dilingkari merah, berpose bersama rekan-rekan wartawan yang bertugas di Toraja.

TORAJA, RAKYATSULSEL.COM – Para Jurnalist Toraja berduka. Salah seorang wartawan senior Gede Siwa, SH jurnalist Harian Palopo Pos dan beritalima.com, dikabarkan meninggal dunia, Selasa 24 April 2018 di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

Ketua Pokja PWI Toraja, Yoel Rombe Datubakka, kepada rakyatsulsel.com, mengatakan bahwa setelah Titus Tandidatu dan beberapa lainnya, komunitas media massa Toraja kini kehilangan lagi satu orang jurnalis yang baik dan penuh dedikasi akan profesinya.

“Kami kembali berduka dengan meninggalnya Gede Siwa. Beliau selama puluhan tahun mengabdi sebagai jurnalist Toraja,” kata Yoel.

Dijelaskan bahwa Gede meninggal dunia sekitar pukul 06.55 Wita, Selasa, 24 April 2018 di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Almarhum meninggalkan satu istri dan tiga orang anak.

Sebelum dirujuk ke Makassar, jurnalis yang pernah membuat stasiun radio Radar Toraja dan menerbitkan majalah Radar Toraja itu, sempat dirawat di RS Elim Rantepao sejak Minggu, 22 April 2018. Dia menderita tekanan darah tinggi.

Kematian jurnalis yang lahir di Nusa Penida, Bali, dan sudah puluhan tahun berkarier di Toraja itu mendapat banyak simpati dari tokoh-tokoh Toraja, pejabat pemerintah, partai politik, dan rekan seprofesinya.

“Sebuah kehilangan besar bagi kami para aktivis, rekan Gede Siwa, integritas dan dedikasi yang tinggi untuk kemajuan kampung kita, walaupun dia sendiri bukan orang Toraja,” tulis Stev Raru di group facebook Kaboro Membangun Torut.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari Makassar pada pukul 11.00 Wita dan diperkirakan tiba di rumah duka di Limbu, Kelurahan Sarira, Makale Utara, sekitar pukul 19.00 Wita. (*)


div>