SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Kabar Gembira, Bapenda Sulsel Turunkan Pajak Progresif Kendaraan

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Jumat , 23 Februari 2018 08:00
Kabar Gembira, Bapenda Sulsel Turunkan Pajak Progresif Kendaraan

Ilustrasi.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel melalui Unit Pelayanan (UPT) Samsat Wilayah Takalar, melakukan sosialisasi pajak daerah, yang dihadiri Sekretaris Bapenda Sulsel, Kemal Redindo Syahrul Putra, anggota Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Hengki Yasis, dan ratusan pengusaha dan masyarakat Takalar, di Hotel Grand Kalampa, Kamis (22/2).

Kemal Redindo Syahrul Putra menyampaikan kabar gembira kepada masyarakat. Pasalnya sejak satu Januari 2018, Bapenda Sulawesi Selatan telah menurunkan pajak progresif bagi pemilik kendaraan roda empat yang lebih dari satu kendaraannya.

“Tidak usah mengeluarkan uang banyak untuk pembayaran pajak kendaraan. Sekarang pajak progresif kendaraan kedua turun menjadi 2 persen yang sebelumnya sebesar 2,5 persen, kendaraan ketiga yang sebelumnya 3,5 persen sekarang menjadi 2,25 persen, kendaraan keempat yang sebelumnya sebesar 4,5 persen, sekarang sebesar 2,5 persen, dan pajak kendaraan kelima dan seterusnya yang dulu sebesar 5,5 persen, sekarang sisa 2,75 persen,” jelasnya Kemal, di depan seratusan peserta.

Bapenda Sulsel juga bakal memberikan subsidi pajak pada angkutan umum orang, sebesar 70 persen dan kendaraan bermotor angkutan umum barang ditetapkan sebesar 50 persen. “Kita tinggal menunggu peraturan dari Gubernur Sulsel, untuk pemberlakuannya subsidi pajak pada angkutan umum,” ujarnya.

“Insentif PKB dan BBNKB untuk Kendaraan Bermotor angkutan umum orang ditetapkan sebesar 70 persen dari dasar pengenaan PKB. Sementara insentif PKB dan BBNKB untuk kendaraan bermotor angkutan umum barang ditetapkan sebesar 50 persen dari dasar pengenaan PKB,” tambahnya.

Ia menambahkan, insentif hanya diberikan kepada kendaraan angkutan umum yang memenuhi syarat, yakni berbadan hukum, memiliki izin trayek, memiliki buku uji kendaraan, serta memiliki surat izin tempat usaha/surat izin usaha perdagangan (SITU/SIUP) bergerak di bidang angkutan umum.

“Kami mengimbau kepada warga Takalar agar taat membayar pajak kendaraan bermotor karena pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan,” jelasnya. (*)


div>