JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Kabid PPPA Bantaeng Kecam Pernikahan Dibawah Umur

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 16 April 2018 08:00
Kabid PPPA Bantaeng Kecam Pernikahan Dibawah Umur

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas PMDPPPA Bantaeng, Syamsuniar Malik.

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Pernikahan pasangan anak dibawah umur di Bantaeng yang saat ini sedang banyak diperbincangkan rupanya menuai sorotan dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas PMDPPPA Bantaeng, Syamsuniar Malik.

Menurutnya, pernikahan kedua anak ini seharusnya tidak terjadi, sebab usia pria masih 15 tahun 10 bulan dan wanita masih 14 tahun 9 bulan.

“Saya mengecam pernikahan kedua anak ini. Ini harusnya tidak terjadi karna keduanya seharusnya masih menjalani pendidikan,” ujarnya, Minggu (15/4).

Apalagi, Calon Pengantin (Catin) wanita pun diketahui masih duduk di bangku kelas dua pada salah satu SMP di Bantaeng.

Sehingga, meskipun telah mendapat Dispensasi atas pengajuan nikah di Pengadilan Agama (PA) Bantaeng, Syamsuniar masih menyayangkan jika pernikahan keduanya harus terjadi.

“Anak ini masih butuh pendidikan, saya betul-betul sangat menyayangkan jika keduanya harus menikah dengan usianya yang masih sangat dini itu,” tambahnya.

Peran serta semua pihak pun kata dia harus terjalin untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa. Termasuk peran aktif Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) antara Pemkab Bantaeng dengan pihak Pengadilan Agama Bantaeng.

Hal ini agar pernikahan dini tidak terjadi. Serta memberikan bimbingan pendampingan demi masa depan anak yang lebih cerah.

Seperti diketahui, pasangan sejoli di Bantaeng yang usianya masih dini telah mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Kantor KUA, Kecamatan Bantaeng, Kamis (12/4).

Pengajuan berkas keduanya pun sempat ditolak pihak KUA setempat dengan mengeluarkan blanko N9 (penolakan pencatatan).

Namun proses pencatatan tidak boleh ditolak lagi setelah keduanya mengantongi dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng. (*)


div>