SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Kader Banser Dilatih Entrepreneurship dan Teknologi Informasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 25 Maret 2017 15:28
Kader Banser Dilatih Entrepreneurship dan Teknologi Informasi

Peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Gerakan Pemuda Ansor digelar di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Makassar, Sabtu (25/3). foto: ridwan lallo/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Gerakan Pemuda Ansor digelar di Balai Latihan Kerja dan Industri (BLKI) Makassar, Sabtu (25/3).

Beberapa materi yang diberikan kepada ratusan peserta dari perwakilan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Indonesia Timur. Diantaranya mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat, kewirausahaan, dan teknologi informasi.

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser, Alfa Isnaeni, menjelaskan, Susbanpin merupakan kegiatan pelatihan dan pendidikan Satkornas Banser sebagai jenjang kualifikasi kader dengan output untuk memegang komando teritorial Banser di wilayah atau daerah.

“Isu yang berkembang di luar sana bahwa Banser itu hanyalah alat pengamanan, kita jawab dengan kegiatan dan gerakan nyata salah satunya adalah dengan cara pandang dan implementasi kemandirian ekonomi atau kewirausahaan,” jelasnya.

Alfa berpandangan, Banser di daerahnya masing-masing tentu memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda. Melalui Susbanpim inilah kader akan dipahamkan bagaimana cara mengelola potensi tersebut.

Kalau cara baca peluang ekonomi, menurut Alfa, dipahami dan jadi gerakan, maka diyakini Banser akan jadi pegiat wiraswasta yang sangat membantu negara dalam bidang perekonomian dan kemandirian kerja.

“Jadi desain besarnya adalah lahir wirausaha baru yang profesional dari Banser namun tetap menjaga mentalitas NKRI, Pancasilais, dan akidah ahlussunnah waljamaah. Itulah kenapa diklat ini juga dimasukkan materi perekonomian,” jelas Alfa.

[NEXT-RASUL]

Terkait Teknologi Informasi (TI), Alfa mengungkapkan hal tersebut tak bisa lagi dihindari di era sekarang. Sehingga perlu peningkatan kapasitas dalam bidang TI.

TI seperti media sosial akan jadi kekuatan, bukan hanya defense (bertahan), tapi juga offense (menyerang).

“Menyerang dengan mensyiarkan ajaran aswaja yang tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (berimbang), dan ta’adul (netral), serta pemahaman NKRI, Pancasila dan kebhinekaan. Bukan menyerang dengan data hoax apalagi menjust keislaman seseorang sebagai kafir dan sebagainya,” ungkap Alfa. (***)


Tag
  • GP Ansor
  •  
    div>