RABU , 21 NOVEMBER 2018

Kader Golkar Saling Sikut

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 25 Agustus 2017 12:24
Kader Golkar Saling Sikut

int

MAKASSAR, RAKYATSSULSEL.COM – Sejumlah kader Golkar mulai saling sikut untuk menjadi wakil petahana, Danny Pomanto (DP), pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar. Sebut saja Farouk M Betta, Wahab Tahir, hingga Rusdin Abdullah, disebut-sebut mulai melakukan lobi-lobi politik agar bisa berpasangan dengan DP.

Salah satu kandidat yang dikonfirmasi, Rusdin Abdullah, mengatakan, dirinya diberikan ruang dan kebebasan dari partai untuk mensosialisasikan diri sebagai calon Wali Kota Makassar. Namun, ia mengaku mulai realistis dan membidik posisi sebagai calon wakil wali kota.

“Sebagai kader yang diberikan ruang bersosialisasi,  tentu saya jalankan. Tak masalah kalau maju sebagai kosong dua,” kata Rusdin Abdullah, Kamis (24/8).

Bagi Rusdin, keputusan partai tetap akan dituruti. Jika kelak Golkar menginginkan dirinya hanya maju sebagai calon wakil, maka ia sangat berterima kasih. “Selaku kader mesti seperti itu,” ucapnya.

Sementara, Ketua Tim Sembilan Desk Pilkada Golkar Sulsel, Kadir Halid, menegaskan, sebelum ada keputusan partai soal rekomendasi diberikan kepada kandidat tertentu, tidak masalah jika kader saling sikut untuk bersosialisasi. Iapun memberikan ruang kepada semua kader.

“Semua kader diberi ruang. Sebelum dikeluarkan rekomendasi kepada kandidat, tidak masalah jika ada yang mensosialisasikan diri,” kata Kadir.

Secara tegas, Ketua Bappilu Golkar Sulsel ini menyebutkan, sesuai mekanisme hanya lima nama yang dikirim ke DPP Golkar. Di luar dari lima nama itu, bukan calon dari Golkar.

[NEXT-RASUL]

“Lima nama yang kami kirim, semuanya menyatakan diri maju sebagai calon wali kota jika kelak mendapat rekomendasi. Namun, jika ada kader yang mensosialisasikan diri menjadi wakil wali kota seperti Wahab Tahir, Golkar tak mempermasalahkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada hasil pleno DPD I Golkar Juli lalu, ditetapkan sedikitnya, 31 bakal calon ditambah empat calon incumbent. Sehingga, total 35 nama sudah diserahkan ke DPP Golkar untuk ditentukan siapa figur yang akan diusung di Pilkada 2018 mendatang. Khusus Makassar, antara lain Danny Pomanto (Wali Kota Makassar), Rusdin Abdullah (Bendahara Golkar Sulsel), Munafri Arifuddin (Bos PSM), Irman Yasin Limpo (Kepala Dinas Pendidikan Sulsel), dan  Farouk M Betta (Ketua Golkar Makassar).

Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel ini menambahkan, untuk hasil akhir ditentukan oleh survei yang diumumkan awal September mendatang. “Untuk hasil penentuan golkar, survei masih berjalan.  Belum bisa dipastikan siapa yang didukung. Kita juga belum tau siapa calon wakil wali kota. Hasil survei diumumkan September,” ungkapnya.

Partai Golkar mengantisipasi kekalahannya di Pilwalkot Makassar pada tahun 2013 lalu. Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Golkar, Idrus Marham, mengatakan, kemenangan Pilkada Serentak 2017 se Indonesia akan menjadi rujukan.

“Prinsip dasar Partai Golkar mengutamakan kader. Apalagi jika kader itu diamanahkan untuk memimpin partai di tingkatannya. Karena itu, kalau Golkar mau menang, tentu mengecek apa keinginan rakyat melalui survei. Hal ini dilakukan Partai Golkar pada Pilkada 2017 lalu, sehingga bisa meraih kemenangan nanti,” paparnya.

Di Pilkada 2018 mendatang, lanjut Idrus, Golkar akan tetap konsisten pada pola tersebut. Meski dilakukan survei, tetapi Golkar akan tetap memperhatikan faktor lain yang mempengaruhi.

“Apalagi jika ada kader sebagai pimpinan partai. Karena kita ingin menang, dilakukan survei. Tentu kita melihat peluang-peluang yang ada dan tentu indikator-indikator lainnya,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Terpisah, Danny mengaku tak akan menerima begitu saja figur yang disodorkan oleh partai. Ia akan menyeleksi, dengan kata lain masih menimbang figur yang mana layak dijadikan pendamping di perhelatan politik lima tahunan ini.

Saat ditanya perihal tawaran partai lain maupun sejumlah kader internal Golkar, Danny secara tegas menyatakan akan menimbang sebelum menerima tawaran tersebut.

“Tentu saya ucapkan terima kasih, ini suatu kehormatan bagi saya. Tapi saya akan pertimbangkan tawaran itu,” kata Danny.

Mengenai figur seperti apa yang diinginkan untuk mendampingi dirinya di pilwalkot mendatang, ia mengaku menginginkan sosok birokrasi yang siap bekerjasama dalam menjalankan pemerintahan, serta bebas dari korupsi dan sebagainya. Iapun siap menerima masukan dan saran.

“Yang saya inginkan adalah sosok wakil yang sabar, siap bekerjasmaa, selalu dekat dengan rakyat. Tidak ada noda korupsi,” sebut Danny.

Saat ini, kata Danny, sedikitnya sepuluh nama dari berbagai latar belakang yang ia masukan dalam hasil survei untuk mendampingi dirinya. Kendati demikian, Danny enggan menyebut nama-nama tersebut, karena masih sifatnya rahasia.

“Intinya bulan Oktober, sudah saya umumkan siapa menjadi wakil saya,” pungkasnya. (E)


div>