SENIN , 18 DESEMBER 2017

Kader Golkar Tolak Appi

Reporter:

Muh Alief - Iskantor - Suryadi

Editor:

asharabdullah

Senin , 30 Oktober 2017 13:01
Kader Golkar Tolak Appi

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memberikan rekomendasi usungan kepada Munafri Arifuddin di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, mendapat penolakan dari sejumlah kader. Keputusan tersebut dinilai telah mencederai loyalitas kader Golkar.

Untuk pertama kalinya di sepanjang sejarah Pilwalkot Makassar, Partai Golkar mengusung kader eksternal untuk bertarung.

Padahal, ada dua kadernya yang cukup potensial dan telah melakukan sosialisasi cukup lama untuk bertarung di Pilwalkot Makassar. Adalah Ketua DPD Golkar Makassar yang saat ini menjabat Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta, dan Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah. Rudal, sapaan akrab Rusdin Abdullah, bahkan pernah bertarung di Pilwakot Makassar tahun 2013 lalu melalui jalur independen.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Makassar, Abdul Wahab Tahir, menegaskan, Partai Golkar tidak bisa jadi penonton di Pilwalkot Makassar.

Ia menilai, keputusan DPP untuk mengusung kader eksternal sangat mencederai loyalitas para kader beringin selama ini. Pasalnya, di tiap perhelatan Pilwalkot Makassar, Partai Golkar selalu mengusung dan memperjuangkan kadernya sendiri.

“Saya sebagai kader Golkar merasa malu kalau hal itu benar-benar terjadi. Ini terkesan ingin menjadikan Golkar sebagai penonton di pilwalkot atau menjadikan Golkar cukup sebagai tim pemenangan. Tapi saya tegaskan, kalau Golkar hanya jadi penonton atau tim pemenangan, maka hanya ada dua pilihan buat saya, mundur atau dimundurkan,” tegas Wahab Tahir, Minggu (29/10) kemarin.

Wahab mengungkapkan, sesuai hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Golkar beberapa waktu lalu, menunjuk Aru, sapaak Farouk M Betta, selaku calon tunggal di Pilwalkot Makassar. Itulah yang seharusnya dimatangkan dan ditindaklanjuti.


div>