SABTU , 23 JUNI 2018

Kader Parpol Banting Stir

Reporter:

Fahrullah - Alief

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 10 Maret 2018 14:00
Kader Parpol Banting Stir

Ilustrasi. Dok. RakyatSulsel

*Elit Parpol Pilih Dukung Kandidat Lain
*Aras: PPP Sulsel Komitmen Dukung IYL-Cakka

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rekomendasi usungan tak mutlak dipatuhi. Pilihan banting stir justru mulai terang-terangan dilakukan elit politik memasuki masa kampanye Pilkada 2018.

Sedikitnya empat parpol yang dukungan elitnya terbelah di Pilkada, diantaranya Partai Golkar, PAN, NasDem, serta PPP. Sejumlah elit parpol, berbalik arah berada di barisan pemenangan pasangan calon independen terutama di Pilgub Sulsel dan Pilkada Makassar.

Perpecahan dukungan Golkar di kontestasi Pilgub Sulsel terindikasi terjadi di Makassar, Gowa, Luwu Timur, dan beberapa daerah lainnya. Meski rekomendasi resmi mengusung pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Aziz), namun tidak sedikit kader parpol berlambang pohon berungin rindang tersebut justru merapat memenangkan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Soliditas NasDem pun mulai rapuh memasuki masa kampanye Pilgub. Kongsi politik di tingkat elit, ternyata tak berjalan lurus di akar rumput. Sejumlah kader NasDem bahkan siap menerima konsekwensi pemecatan, jika saja pilihan politiknya tak mendukung NH-Aziz dinilai keliru.

Wakil Ketua DPD NasDem Barru, Bakhtiar Hamdja, terang-terangan mendukung pasangan IYL-Cakka di Pilgub Sulsel. “Saya sudah bersama-sama sejak Sayang 1 dan Sayang 2. Komitmen saya tidak akan kemana-mana. Resiko adalah kehormatan. Taro Ada Taro Gau. Bugis tulen,” tegas Bakhtiar.
Hastag #loyalistanpabatas, #SayaBHC, #SayaKomandan, #SayaPunggawa, kencang disosialisasikan Bakhtiar terutama melalui media sosial.

Keteguhan sikap bersama IYL-Cakka dikemukakan puluhan kader DPD NasDem Takalar. Mereka menegaskan siap memenangkan IYL Cakka saat berkunjung ke Rumah Kita di Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (8/3) lalu.

Rekam jejak IYL Cakka yang tidak ternah terlibat korupsi menjadi alasan kader NasDem Takalar mendukung IYL-Cakka. “Pak Ichsan dan pak Cakka sudah berpengalaman dan berhasil di pemerintahan, namun tidak suka pencitraan,” ujar Jamaluddin, kader NasDem Polombangkeng Selatan, Takalar.

Sebelumnya, statemen tegas siap memenangkan Punggawa Macakka disuarakan kader Partai NasDem asal Luwu Utara (Lutra). Tiga diantaranya adalah mantan Ketua DPD NasDem, Nurmaeda Dalin, serta Syamsuddin yang menjabat Ketua NasDem Kecamatan Masamba, serta Haji Suparjo.

Sementara di PAN sejauh ini ada beberapa kader internal partai yang membelok seperti Usman Lonto dan Syamsuddin Karlos dimana partai yang berlambang matahari tersebut mendukung pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), namun mereka lebih memilih IYL-Cakka.

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, Muh Aras, memastikan tetap bersama IYL-Cakka di Pilgub Sulsel Juni 2018 mendatang.

Saat dikonfirmasi terkait dukungan PPP yang mengusung Agus-TBL, Aras mengatakan bahwa dukungan tersebut bukanlah PPP Sulsel, sebab PPP Sulsel tetap komitmen bersama IYL-Cakka di Pilgub Sulsel.

“Siapa bilang PPP Sulsel ke Agus-TBL, itukan keputusan DPP. Kami PPP Sulsel tetap konsisten bersama dengan Punggawa,” tegas Aras, saat dihubungi, Jumat (9/3).

Menurutnya, tak ada alasan baginya untuk meninggalkan IYL-Cakka. Sebab sejak awal, hanya pasangan inilah yang mengikuti seluruh tahapan yang dilaksanakan oleh DPW PPP Sulsel.

“Seluruh tahapan penjaringan calon, hanya IYL-Cakka yang memenuhi syarat, jadi tentu keputusan kami mengusung pasangan ini sudah menjadi harga mati,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, visi misi IYL-Cakka juga sangat sejalan dengan visi misi PPP, sehingga tentu akan sangat salah jika tak mendukung IYL-Cakka.

Dirinya pun mengaku komitmen yang telah lebih dulu disepakati tak dapat lagi dikoreksi. “Ini soal komitmen yang telah sejak awal kami sepakati, jadi memang PPP Sulsel sudah sangat sulit untuk beralih ke kandidat lain di Sulsel,” tegas Legislator DPRD Sulsel ini.

Keputusan PPP untuk tetap bersama IYL-Cakka juga sekaligus menegaskan jika duet ini tidak hanya didukung koalisi rakyat yang maju lewat independen. Tapi juga didukung oleh empat parpol. Masing-masing, Demokrat, PPP, Berkarya dan Perindo.

Kader PAN Usman Lonta tidak ingin berbicara soal itu, mengapa dirinya memberikan dukungan kepada IYL-Cakka sementara partainya di NA-ASS. “Kalau itu janganmi saya sebutkan,” singkatnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Darwis Duddu mengatakan jika memang saat ini masih ada kader yang belum taat kepada perintah partai yang mendukung NA-ASS. “Saya hanya mengimbau jika saudara-saudara yang tidak taat putusan partai, sebagai kader baik dan benar, mereka harus kembali kepada partai,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan jika saat ini memang belum ada sanksi yang diberikan kepada kader yang mendukung bukan usungan. Namun dirinya memastikan jika kader tidak taat putusan partai pastinya ada sanksi. (*)


div>