SENIN , 10 DESEMBER 2018

Kader PKS Saling Sikut Berebut Tiket Menuju Pilwalkot

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 20 Mei 2017 11:58
Kader PKS Saling Sikut Berebut Tiket Menuju Pilwalkot

Ilustrasi. Doc. RakyatSulsel

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Aroma persaingan tiga bakal calon wali kota pada Pilwalkot Makassar tahun 2018 di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mulai terlihat.

DPD) PKS Kota Makassar bahkan sepertinya kehilangan arah untuk mensolidkan dukungan di Pilwalkot mendatang. Hasil Pemilihan Raya (Pemira) memicu rivalitas kader internal semakin kencang.

Dari lima kader PKS yang terjaring dalam Pemira dan telah dikirim ke DPW PKS Sulsel. Sedikitnya ada tiga kader yang makin gencar melakukan sosialisasi. Ketiga kader tersebut yakni, Iqbal Djalil, Muzakkir Ali Djamil dan Sri Rahmi.

Bahkan ketiganya telah melakukan manuver lintas partai politik dengan mendaftar di sejumlah partai politik agar dapat diusung di Pilwalkot mendatang. Ije,–sapaan akrab Iqbal Djalil misalnya telah melakukan pendaftaran di DPC PDIP Makassar, DPD PAN Makassar, DPC PBB Makassar dan DPC Gerindra Makassar. Begitupun dengan Muda,–sapaan akrab Muzakkir Ali Djamil dan Sri Rahmi.

Saat dikonfirmasi, Ije mengaku saat ini terus memperbanyak alat peraga kampanye. “Selain basis tokoh agama, kami terus melakukan sosialisasi dan agenda terus berjalan,” ungkap Ije, Jumat (19/5).

Tidak hanya itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Aman Gombara ini dalam waktu dekat akan safari pondok pesantren dan tokoh agama se-Kota Makassar serta pimpinan ormas dan yayasan.

“DPW (PKS Sulsel) telah menginstruksikan ke semua kader yang ingin bertarung untuk melakukan sosialisasi dan membangun komunikasi,” terang Wakil Ketua Komisi B DPRD Makassar ini.

[NEXT-RASUL]

Secara gamblang dia juga membeberkan manuvernya ke DPW PKS Sulsel. Ditambah keyakinannya optimis menghadapi survei yang bakal dilakukan partainya. “Setiap selesai kegiatan, saya laporkan semua ke wilayah (DPW). Tergantung DPW melihat kadernya. Silahkan disurvei,” jelas Ije.

Muzakkir Ali Djamil sendiri saat ini fokus mengurus internal timnya. “Pertama saya lebih fokus pembentukan teman Muda. Sekarang kita sudah bentuk sampai tingkat kecamatan dan akan turun ke tingkat kelurahan,” ungkap Muda.

Muda mengaku hanya mengandalkan sosial media sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, juga mengandalkan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Mesjid Indonesia (BKPRMI) Kota Makassar yang memang ia pimpin. “Kita minta saja kader sosialisasi dulu. Keputusan dari wilayah kan mendorong kader untuk sosialisasi,” terangnya.

Hal yang sama dikatakan Sri Rahmi. Dia mengaku saat ini mengandalkan timnya yang masih solid saat Pemilihan Legislatif 2014 lalu. Sri Rahmi hanya memperluas jaringan tim di luar dapilnya yang meloloskan legislator perempuan ini duduk di DPRD Provinsi Sulsel.

Ia mengaku, sosialisasi dan komunikasi lintas partai yang dia lakukan adalah perintah partai. Yang pada akhirnya akan dilakukan survei siapa kader yang paling layak bertarung di Pilwalkot Makassar mendatang.

“Jika semua on the track, bagi kader silahkan semua sosialisasi. Tapi jika keputusan partai sudah ada. Wajib dan harus menyatu,” terangnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara Ketua Dewan Pimpian Daerah (DPD) PKS Makassar, Hasan Hamido menuturkan, PKS memberikan kesempatan untuk ketiga bakal calon Wali Kota Makassar ini untuk membangun popularitas dan elektabilitas di masyarakat. Nanti, akan ada tahap survei dari ketiga kader PKS ini siapa yang akan di dorong untuk maju.

“Dari struktur memberikan mereka kesempatan untuk melakukan sosialisasi, dari hasil sosialisasi itulah nanti struktur akan melakukan survei. Berdasarkan survei itulah nanti kita tindaklanjuti siapa yang bakal menjadi calon terkuat untuk pemenangan Pilkada. Semuanya diberikan waktu untuk sosialisasi dulu. Karena semuanya memiliki peluang yang sama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Hasan, usai survei nantinya, nama-nama yang memiliki peluang akan disetor ke DPW untuk selanjutnya di komunikasikan ke DPP. Sehingga, pada tahap akhir akan menghasilkan satu kandidat dari internal PKS untuk ikut bertarung di Pilwalkot Makassar.

“Finalnya memang ada di DPW atau DPP nanti. Jadi kami di DPD benar-benar memberikan ruang dan menjalankan tupoksi sebagai DPD. Untuk domain memberi kepastian nanti siapa yang akan maju itu hasil komunikasi DPD, DPW dan DPP,” terangnya.

Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, Ije memang massif melakukan sosialisi dan manuver lintas partai. Hanya, kata dia Ije terkendala soal rivalitas di internal PKS, lantaran baik Muda maupun Sri Rahmi juga berupaya meyakinkan DPW PKS.

“Iqbal Djalil kendalanya adalah tidak menyatunya PKS. Dia harus bersaing dengan Muzakkir dan Sri Rahmi,” ungkapnya.

Mestinya, kata Firdaus, PKS mengusung satu calon internal partai. tapi, lanjutnya, ini wilayah demokrasi sehingga siapapun yang memiliki keinginan maju memiliki hak untuk bersosialisasi.

Menurutnya, manuver ketiga kader PKS makin memperlihatkan kekuatannya untuk bertarung dengan mendaftar di beberapa partai lain. “Dan pada akhirnya kekuatanya akan diukur berdasarkan survei, tapi harus dikembalikan kemekanisme partai,” jelasnya. (E)


div>