SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Kader PPP Jeneponto Saling Serang

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 10 April 2016 22:06

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jeneponto hasil Muktamar Jakarta, Syamsul Tanro, menegaskan, ketidakhadirannya di Muktamar Islah PPP di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, lantaran tidak mendapatkan undangan.

“Saya tegaskan, saya tidak mendapat undangan untuk menghadiri Muktamar. Kalaupun ada undangan saya tetap tidak akan hadiri karena Muktamar di Pondok Gede tidak islah,” tegas Syamsul Tanro di Grand Hotel Clarion, Jl AP Pettarani Kota Makassar, Minggu (10/4).

Syamsul mengatakan, Ketua DPC PPP Jeneponto hasil Muktamar Bandung, Imam Taufiq Bohari, telah memfitnah dirinya dengan menyebar informasi melalui pemberitaan bahwa dirinya tidak menghadiri Muktamar Islah.

“Melihat komentar Imam, saya seakan disudutkan bahwa saya selaku anggota Fraksi PPP DPRD Jeneponto melakukan perlawanan,” ungkap Syamsul.

Ditemui di tempat yang sama, Sekretaris DPC PPP hasil Muktamar Jakarta Saharuddin Sila menuding Imam Taufiq Bohari bermain dua kaki pada kepengurusan DPC PPP Jeneponto.

“Karena ketahuan sama Pak Djan Faridz makanya ditolak. Lagian kami merangkul 80 persen kepengurusan DPC dan PAC PPP Jeneponto,” ungkap Saharuddin.

Seperti diketahui, Ketua DPC PPP Jeneponto, HM Imam Taufiq Bohari bakal memberikan sanksi kepada Anggota Fraksi PPP DPRD Jeneponto Syamsul Tanro SH yang tak ikut dalam Muktamar Islah VII PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jl Raya Pondok Gede Jakarta Timur.

Menurutnya, panitia muktamar islah sudah mengundang Syamsul Tanro, tapi tetap tidak datang.

“Kita sudah meminta dengan hormat kepada Pak Syamsul, tapi tetapi beliau tidak datang,” katanya. (***)


Tag
  • kisruh PPP
  •  
    div>