SELASA , 18 DESEMBER 2018

Kades Banggae Diduga Gelapkan Raskin

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Jumat , 25 Agustus 2017 21:20
Kades Banggae Diduga Gelapkan Raskin

int

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM –  Kepala Desa Banggae, Kecamatan Mangarabombang, Kabuoaten Takalar, Muh. Saleh, diduga telah merampas hak masyarakat miskin yang tercatat namanya sebagai penerima beras miskin (raskin). Selain itu, harga raskin juga dinaikkan Rp25 ribu perkarung.

Hal tersebut terlihat saat raskin disalurkan ke masyarakat. Namun,  Kades Banggae pangkas jatah raskin dan menaikkan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua LSM Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAK) Ihwan telah menemukan beberapa kekeliruan yang dilakukan Kades Banggae.
“Kami anggap kades Banggae, kuat dugaan telah melakukan penggelapan raskin, Kalau kita menghitung raskin yang digelapkan kades Banggae berkisar puluhan juta rupiah tiap triwulan, dimana jatah raskin tiap bulan sebanyak 250 karung dikali tiga bulan 750 karung,” ungkap Ihwan (25/8).
Ihwan menjelaskan, berdasarkan Perda nomor 08 tahun 2016 tentang penetapan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Takalar tahun anggaran 2017, diberikan biaya angkut beras ke keluarga penerima manfaat (KPM) untuk beras sejahtera dari titik distribusi (desa/kelurahan) ketitik bagi  keluarga penerima manfaat (dusun/lingkungan) sebesar Rp 2 ribu perbulan.
Salah satu warga yang Desa Banggae berinisial HM menuturkan, dirinya hanya diberikan satu karung per tiga bualnnya dengan harga Rp 25 ribu.
“Kami hanya diberikan satu karung dalam tiga bulan dengan harga Rp 25 ribu ada juga satu karung stengah. Seharusnya warga diberikan raskin sebanyak 45 kg (tiga karung) tiap tiga bulan, dengan harga Rp 24 ribu perkarung,” tuturnya.
Sementara itu, Kades Banggae Muh.Saleh menuturkan, pembagian raskin yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan karena daftar penerima raskin tidak terdaftar namanya sebagai penerima tapi tetapi diberikan raskin
“Ada yang satu karung dan satu karung stengah yang diberikan kepada penerima manfaat karena banyaknya warga miskin di desa kami yang tidak ada namanya sebagai penerima beras raskin. Harga perkarung (15kg) Rp25 ribu, saya kira tidak ada masalah karena kepala desa sebumnya menjalankan hal yang sama,” jelas Saleh.

div>