Kades Laikang Kembalikan Uang ‘Terima Kasih’

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tersangka kasus dugaan penjualan tanah negara, Kepala Desa Laikang, Sila Laili, mengembalikan uang tanda terima kasih dari Camat Mangaramombang, M Noer Uthary sebesar Rp200 juta ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Selasa (10/1).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, membenarkan penyerahan sejumlah uang tersebut. “Iya memang tadi (Kemarin) Kepala Desa mengembalikan uang penjualan tanah negara pencadangan transmigrasi yang diperjualbelikan di Desa Laikang,” kata Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (11/1).

Salahuddin menambahkan, uang sebesar Rp200 juta tersebut diperoleh Kepala Desa dari Camat Mangarabombang M Noer Uthary dan Sekretaris Desa Laikang, Risno Siswanto.

“Rp100 juta dari oknum camat, dan Rp100 juta, katanya dikasi sekertaris desa yang saat ini sudah ditahan dalam perkara ini,” ucapnya.

Menyusul pengembalian uang tersebut, pihak penyidik menaruh curiga adanya pihak lain penerima uang hasil penjualan tersebut.

“Kita patut curigai kenapa ada bagi-bagi uang. Namun pengembalian uang tersebut mendukung penyidikan kedepanya,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Sila mengaku, tidak mengetahui status lahan tersebut merupakan tanah negara untuk transmigrasi.

[NEXT-RASUL]

“Saya tidak tahu kalau tanah itu tanah negara, saya selalu mepertanyakan kepada Pak Sekdes masalah tanah itu dan mereka mengatakan bukan lahan transmigrasi,” katanya.

Sila membenarkan uang tersebut diberikan oleh camat Noer melalui Sekdes Risno.

“Uang itu diberikan kepada saya, katanya sebagai terima kasih sebagai saksi yang melakukan tandatangan. Memang itu kebiasaan jika ada penandatanganan yang dilakukan bersama mulai dari camat dan sekdes,” ungkapya.

Dalam kasus tersebut, kejaksaan menetapkan tiga tersangka. Selain Sila, mereka adalah M Noer Uthary dan Risno Siswanto. (***)