SENIN , 18 DESEMBER 2017

Kadin Dorong Investor Bermitra dengan Unhas

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Jumat , 27 Oktober 2017 21:32
Kadin Dorong Investor Bermitra dengan Unhas

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Investor, baik dari dalam maupun luar negeri, harus mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya di Sulsel. Untuk itu, perlu adanya kemitraan dengan stakeholder setempat, termasuk Perguruan Tinggi (PT). Salah satunya Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Hal itu terungkap ketika Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel HM Zulkarnain Arief melakukan pertemuan dengan Rektor Unhas Makassar Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA di Gedung Rektorat Unhas, Jumat (27/10).

“Kita Kadin kerja sama dengan Unhas agar setiap investor yang akan masuk ke Sulsel melakukan kerja sama dengan Unhas. Di Unhas itu banyak Sumber Daya Manusia (SDM), expert (tenaga ahli) banyak. Data tentang potensi Sulsel banyak di sana dan sudah ada kajian masing-masing potensi tersebut,” jelasnya.

Investor yang masuk ke Sulsel itu bagian tanggung jawab semua stakeholder termasuk Unhas secara institusi. Sehingga, jika terjadi masalah dengan investor di lapangan tidak kemudian saling menyalahkan. “Kalau ada masalah tidak lagi saling menyalahkan investor dengan pemerintah, sebab ada Unhas sebagai penengah,” ujarnya.

“Investor yang akan masuk ke provinsi dan kabupaten/kota bisa menjadi tanggung jawab Unhas. Baik itu, dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan seluruh aspek lainnya,” tambah Zulkarnain.

Ke depan, di mana-mana perguruan tinggi akan berperan sebagai wakil dari masyarakat. Sebab, perguruan tinggi bagian penting dari masyarakat. “Jadi investor yang mau masuk ke Sulsel silahkan menghubungi Unhas. Mereka memiliki data base yang lengkap tentang potensi ekonomi Sulsel,” ujarnya.

Melibatkan perguruan tinggi dalam berinvestasi di Sulsel sangat penting. Pasalnya, selama ini tidak dapat dipungkiri banyak investor yang bermasalah di lapangan. Bahkan, tidak sedikit yang sudah beraktivitas kemudian di tengah jalan mendapatkan penolakan dari masyarakat setempat.


div>