RABU , 19 DESEMBER 2018

Kadin Emban Misi Dagang ke Nauru

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Kamis , 01 Februari 2018 23:45
Kadin Emban Misi Dagang ke Nauru

Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief (ketiga kiri) didampingi Ketua Hipmi Sulsel Herman Heizer (tengah) saat menjemput sekaligus melakukan silaturahmi dengan Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani (kedua kanan) saat transit di Galaktika Lanud TNI AU Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (1/2), usai melakukan kunjungan bilateral ke Republik Nauru. foto: doelbeckz/rakyatsulsel

– Zulkarnain Jemput Wiranto dan Rosan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo secara khusus meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) terlibat langsung menjaga stabilitas negara. Yaitu mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya di bidang perekonomian. Salah satunya membantu menyukseskan misi dagang Indonesia dengan negara lain.

Seperti terlihat pada keterlibatan Kadin pada kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto ke dua negara tetangga, Republik Nauru, Selasa-Kamis (30/1-1/2).

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani ketika mendampingi Wiranto saat transit di Galaktika Lanud TNI AU Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kamis (1/2), usai melakukan kunjungan ke Nauru.

Wiranto dan Rosan bersama rombongan dijemput langsung Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief, yang didampingi Ketua Hipmi Sulsel Herman Heizer, Ketua Gapensi Sulsel Surachmat Arief, dan lainnya.

Rosan mengatakan, kunjungan ke Nauru itu salah satunya meningkatkan hubungan bidang ekonomi.

“Pak Presiden memerintahkan Kadin terlibat dalam misi dagang di Nauru. Kita akan jajaki kerja sama bidang ekonomi, makanya Kadin ikut langsung dalam kunjungan kerja ini,” ujar Rosan.

Sementara, Ketua Kadin Sulsel, HM Zulkarnain, mengatakan, Kadin Sulsel siap berpartisipasi dalam kerja sama ekonomi dengan Nauru. “Ini merupakan salah satu peluang bagi pengusaha di Indonesia Timur, termasuk di Sulsel. Apalagi, Nauru ini berdekatan dengan Indonesia Timur,” ujarnya.

Menko Polhukam, Wiranto, mengatakan, pertemuan bilateral telah dilakukan dengan Presiden Nauru Baron Waqa, Presiden Vanuatu Tallis Obed Moses, dan Perdana Menteri Tuvalu Enele Sopoaga di Nauru, Selasa (30/1).

“Sebelum berangkat saya mendapat pesan dari Presiden untuk meningkatkan kerja sama yang selama ini sudah dibangun, khususnya di bidang ekonomi dan capacity building,” ujar Wiranto usai melakukan kunjungan ke salah satu negara di Pasifik Tengah itu.

Wiranto juga menjelaskan, sejarah Indonesia yang cukup lama dijajah oleh Belanda dan Jepang. Oleh karena itu, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, menegaskan, Indonesia mengakui kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Dengan dasar itu Indonesia selalu ingin menjalin kerjasama agar negara berkembang seperti Indonesia dan Vanuatu agar terlepas dari penjajahan model baru. Indonesia selalu ingin kerjasama, bukan saling menekan, tapi saling membutuhkan,” tegas Wiranto.

Hal serupa juga diungkapkan Wiranto saat bertemu Perdana Menteri Tuvalu, Enele Sopoaga. Menurutnya, Indonesia mempunyai pengalaman panjang sebagai negara terjajah. “Maka tidak mungkin Indonesia menindas teman-teman di Papua,” ungkap Wiranto.

Pemerintah Indonesia, kata Wiranto terus berupaya untuk mengembangkan Papua agar sejajar dengan provinsi lainnya.

Wiranto juga mengaku sudah memberikan gambaran utuh mengenai proses pembangunan yang terbaru di Papua dan Papua Barat yang tengah digencarkan pemerintahan Joko Widodo untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Kami juga mengundang para pimpinan negara Pasifik untuk dapat melihat langsung keadaan Papua dan Papua Barat, maka dengan melihat langsung saya kira sudah bisa mengubah persepsi yang dibangun oleh pihak-pihak lain kalau kita menelantarkan Papua dan Papua Barat,” tegas Wiranto.

Wiranto mengakui, Presiden Vanuatu mengapresiasi berbagai bentuk program kerja sama, termasuk dalam bidang capacity building dari Indonesia kepada Vanuatu. Ia pun berharap agar kerjasama tersebut terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Hadir dalam pertemuan tersebut delegasi dari Negara Tuvalu dan Negara Vanuatu, Wakil Gubernur Papua M Lakotani, Deputi Bidang Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam Andrie Soetarno TU, Deputi Politik Luar Negeri Kemenko Polhukam Lutfi Rauf, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu Desra Percaya, dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Rosita Kominfo Niken Widastuti. (***)


div>