SENIN , 18 DESEMBER 2017

Kadin Minta Pembangunan Infrastruktruktur KTI Dipacu Lebih Kencang

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 20 Oktober 2017 11:51
Kadin Minta Pembangunan Infrastruktruktur KTI Dipacu Lebih Kencang

H. Andi Nurdin Karumpa bersama Menteri PU PERA saat mendapingi menteri pada acara di Ground Breaking Tol Pettarani.

‎Jakarta – Rakyatsulsel.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengapresiasi perhatian pemerintahan Jokowi-JK untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) selama tiga tahun memerintah. Kadin menilai, kebijakan pembangunan infrastruktur Jokowi-JK sudah dijalur yang tepat dan tereksekusi dengan cukup baik. Hanya saja, Kadin meminta agar Jokowi-JK ritme pembangunan tersebut tidak mengendor diterpa oleh berbagai isu ketersediaan anggaran melalui utang.

“Kita berharap jangan mengendor. Silakan Pak Jokowi tancap gas lagi pada dua tahun terakhir! Pembangunan infrastruktur KTI sudah jauh ketinggalan. Cina dan negara-negara Indo Cina lainnya sedang melaju kencang membangun infrastruktur. Bahkan Cina, dalam banyak hal sudah melampaui Amerika Serikat, kita disini masih ribut soal politik yang tak ada ujung pangkalnya,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Kawasan Timur Indonesia H. Andi Rukman Karumpa di Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Pernyataan Andi ini terkait evaluasi Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK. Untuk itu, Andi berharap agar semua pihak menjaga kondusifitas dan stabilitas politik dalam dua tahun terakhir pemerintahan Jokowi-JK agar pemerintah bekerja lebih tenang.

Dia mengatakan, kebijakan satu harga bensin di Papua telah mendorong efisiensi dan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Papua lebih tinggi ke depan. Selain itu, pemerintah menetapkan proyek prioritas infrastruktur nasional sebanyak 13 proyek dengan nilai proyek sebesar Rp 444 triliun. Nilai proyek tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah Papua dan daerah lain. “Kita harapkan pembangunan ini dapat mengatasi ketimpangan Jawa dan luar Jawa ke depan,” papar Andi.

Hanya saja, Andi meminta agar pembangunan infrastruktur perhubungan secara besar-besaran ini, diikuti oleh kebijakan dan pembangkit listrik secara massif juga untuk menarik investasi. “Dengan dibangunnya infrastruktur perhubungan akan terjadi kontektifitas. Tapi listriknya harus cepat dibangun supaya ada industri masuk. Listrik jangan hanya untuk konsumsi, tapi juga untuk industri,” ujar Andi.

Andi mengatakan, selain Papua, infrastruktur Sulawesi juga mengalami banyak kemajuan sehingga daerah ini dapat tumbuh rata-rata 6,52 persen pada semester 1-2017, disusul Kalimantan dan Bali, Nusa Tenggara. Dikatakannya, pemerintahan Jokowi-JK telah meletakan pondasi pembangunan infrastruktur di KTI pada tahun pertama, kemudian disusul upaya pemerataan dengan mendorong realisasi tol laut dan kebijakan satu harga Bahan Bakar Minyak.

Di sektor perhubungan, pemerintah pusat juga telah merampungkan dan meresmikan sejumlah bandara di Papua dan Sulawesi. Selain itu, mempercepat pengembangan jalan trans Papua, pembukaan lahan sawah baru di Sulawesi dan Kalimantan, percepatan pembangunan rel kereta api Sulawesi, serta peresmian sejumlah pembangkit listrik. Meski demikian, dia memperkirakan Sulawesi dan Kalimantan masih akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di KTI. Pasalnya kedua wilayah itu masih menjadi daerah dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional. (***)


div>