Kadin Sulsel Kecam Penghina JK

Ketua Kadin Sulsel HM Zulkarnain Arief (tengah) bersama sejumlah pengusaha mengecam oknum yang dianggap menyudutkan Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla di Warkop Dottoro Jl Landak Makassar, Jumat (19/5) dini hari. foto: doelbeckz/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kecaman terhadap Silvester Matutina (46 tahun) terus mengalir terutama setelah orasinya yang dianggap menyudutkan Wakil Presiden Republik Indonesia, HM Jusuf Kalla. Termasuk komentar Adian Napitupulu yang juga diduga menghina JK.

Kali ini datang dari kalangan dunia usaha di Sulsel.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, HM Zulkarnain Arief, Jumat (19/5) dini hari, dengan tegas mengecam pernyataan Silvester dan Adian Napitupulu itu.

“Kami para pengusaha di Sulsel mengutuk aksi Silvester dan Adian itu. Pak JK (Jusuf Kalla) itu, mantan Ketua Kadin Sulsel, jadi kalau ada yang melecehkannya berarti ikut melecehkan kami,” terang Ketua BPD Gapensi Sulsel ini.

Zulkarnain menambahkan, selain sebagai mantan Ketua Kadin Sulsel, JK juga merupakan tokoh Sulsel.

“Jadi kalau ada yang menghina Pak JK berarti akan berhadapan dengan orang Sulsel. Kalau ada yang tidak merasa terhina dengan penghinaan tokoh Sulsel berarti melupakan sejarah dan tidak peduli dengan tokoh daerahnya,” terang Ketua IKA UMI Makassar ini.

Zulkarnain bahkan, menginstruksikan kepada pengusaha yang ada di Sulsel untuk berangkat ke Jakarta bersatu melakukan pelaporan massal ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana yang dilakukan Silvester dan Adian, pekan depan.

[NEXT-RASUL]

“Sebagai Ketua Kadin saya menginstruksikan kepada seluruh rekan-rekan pengusaha di Sulsel untuk berangkat ke Jakarta bergabung dan bersatu melaporkan oknum yang telah melecehkan Pak JK,” tegasnya.

“Kalau perlu bagi yang akan berangkat ke Jakarta silahkan melapor ke Kadin dan kita bersama-sama ke Jakarta,” tambahnya.

Faidar Mile yang akan menjadi Koordinator Aksi Kadin Sulsel di Jakarta, mengatakan, mengamati perkembangan sosial politik pasca Pilkada Jakarta yang sudah mengarah pada upaya adu domba antara Jokowi-JK, fitnah, penghasutan, penyebaran kebencian dan penyerangan terhadap harkat martabat Wakil Presiden JK, maka diundang untuk menghadiri konsolidasi di Jakarta.

“Kita akan turun mendesak agar oknum yang menghina Pak JK diproses secara hukum,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah organisasi, seperti Jenggala Center, Keluarga Besar HMI, keluarga besar KKSS, seluruh relawan Jokowi-JK yang bernaung di bawah JC, simpatisan, IKAMI Sulsel, dan para aktivis dari Timur akan melakukan konsolidasi serta melakukan
pelaporan massal ke Polda Metro Jakarta
Senin, 22 Mei 2017 mendatang. (***)