SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Kadinsos Makassar Sesalkan Oknum Lakukan Penyerangan di YKP2N

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 16 Maret 2017 19:09
Kadinsos Makassar Sesalkan Oknum Lakukan Penyerangan di YKP2N

ILUSTRASI

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir atau yang akrab disapa Utta itu sangat menyesalkan aksi penyerangan tempat rehabilitasi anak, Yayasan Kelompok Pencegahan dan Penanggulangan Narkotika (YKP2N) Jalan Faisal, Selasa (14/3) pekan lalu.

Dikatakannya, aksi penyerangan tersebut dilakukan sekitar pukul 15.20 WITA, di mana pada waktu itu masih merupakan jadwal kunjungan keluarga.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa orang yang melakukan aksi penyerangan yang diketahui berjumlah sekitar 30 orang.

“Saat penyerangan terjadi, 10 orang masuk dalam tempat rehabilitasi tersebut dengan membawa benda tajam seperti barang, busur. Bahkan mereka sempat melepaskan anak panah (busur) dan melempar menggunakan batu,” urai Utta, Kamis (16/3).

Lebih jauh, Utta menilai jika aksi penyerangan tersebut merupakan upaya pengambilan paksa terhadap 4 orang anak (Harman, Fatur, Irsan, Fadli) yang sementara menjalani proses rehabilitasi di YKP2N oleh orangtua yang bersangkutan.

“Aksi mereka sepertinya terencana, dilihat dari pola yang sangat sistematis. Salah satu indikasi kuat yakni para orangtua dari ke empat anak-anak tersebut, diberi kesempatan untuk bercengkrama kepada anaknya. Selain itu, orangtua dari masing-masing anak tersebut selalu keluar masuk dengan alasan yang berbeda,” terang Utta.

Beberapa saat kemudian, lanjutnya, muncul rombongan orang-orang yang tidak dikenal itu dengan menggunakan penutup wajah, di saat bersamaan sang anak tersebut langsung hilang ditempat karena dibawa kabur oleh sang orang tua.
[NEXT-RASUL]
Kadinsos Makassar ini mengakui menyesalkan tindakan tersebut. Padahal, niat dan maksud pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal ini Dinas Sosial merehabilitasi anak untuk kebaikan anak dan keluarga mereka. Apalagi ke empat anak tersebut terindikasi pengisap lem dan pengguna obat daftar G jenis tramadol.

“Kita sangat sesalkan adanya aksi penyerangan itu. Yang kita lakukan ini adalah untuk kebaikan mereka apalagi mereka memang terindikasi mengisap lem dan obat-obatan lain. Jika para tua tidak ingin anaknya direhabilitasi maka seharusnya mereka menjaga dan mendidik anaknya dengan baik agar terhindar dari obat terlarang,” sesal Utta.

Sementara Problem Manager YKP2N, Fauzi Akil mengaku telah mengambil langkah hukum terkait dengan kasus tersebut karna penyerangan tersebut merupakan kriminal.

“Langkah yang kita ambil adalah melaporkan ke pihaknya berwajib karna itu sudah masuk dalam kategori kriminal,” akunya.

Sekedar diketahui bahwa saat ini, sebanyak 79 orang yang menjalani rehabilitasi di YKP2N yang terdiri dari 55 orang dewasa (umur 16 keatas) dan sebanyak 24 orang tergolong anak-anak (umur 15 ke bawah).(ale)


div>