SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Kadis Bina Marga Sulsel Dilantik Sebelum Lebaran

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 31 Mei 2018 15:30
Kadis Bina Marga Sulsel Dilantik Sebelum Lebaran

Soni Sumarsono. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras, dipastikan menjadi pejabat definitif untuk posisi yang diembannya sekarang.

Kepastian tersebut disampaikan langsung Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono, yang mengatakan jika Jumras akan dilantik sebelum lebaran.

“Kami akan mengukuhkan, melantik Jumras sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi secara definitif, ” ungkapnya, Rabu (30/5) kemarin.

Alasan Soni memilih Jumras sebagai kepala dinas di lingkup PU itu karena yang bersangkutan dianggap paling layak setelah mengikuti proses seleksi di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

Setelah Jumras resmi menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, otomatis jabatan sebelumnya yang ditinggalkan, yakni Kepala Biro Pembangunan mengalami kekosongan.

Ternyata, untuk persoalan tersebut, Soni sudah mempersiapkan gantinya yakni Sekretaris Bina Marga dan Bina Konstruksi, Nasir Parawansa sebagai pelaksana tugas. Sementara untuk posisi sekretaris yang ditinggalkan Parawansa dipilih Kabag Tata Usaha Biro Pembangunan Sulsel.

“Dari hasil seleksi Baperjakat, Jumras paling memenuhi syarat sebagai kepala dinas,” jelas Soni.

Soni juga mengemukakan, pihaknya kembali akan mengisi sejumlah jabatan yang kosong usai lebaran nanti. Termasuk pelantikan pejabat eselon III dan IV. Khusus untuk mengisi posisi Asisten Ekonomi dan Pembangunan yang pejabatnya sudah akan pensiun dalam waktu dekat, bakal dibuka seleksi terbuka atau lelang jabatan.

Meski lelang jabatan dan pengisian posisi kosong akan memiliki efek domino terhadap jabatan lainnya, namun Soni menegaskan jika proses pergeseran pejabat merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi pada organisasi pemerintahan.

“Jelas akan ada efek dominonya. Tapi saya tegaskan ini bukan penataan ulang. Dan saya yakin ini lumrah,” pungkas Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri tersebut.(*)


div>