SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Kadis di Maros Ini Ternyata Atlet Marathon, Telah Kantongi 25 Medali

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 20 April 2018 13:59
Kadis di Maros Ini Ternyata Atlet Marathon, Telah Kantongi 25 Medali

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Maros, Ferdiansyah. (ist)

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Maros, Ferdiansyah (42) ternyata telah mengoleksi 25 medali event lari marathon, baik di kancah lokal, nasional maupun internasional.

Ia rutin mengikuti lomba lari sejak 2014 silam, Ferdi hingga kini mengumpulkan 25 buah medali, salah satunya dari event lari Bosowa Marathon.

Mantan Kadis Pendapatan Daerah tersebut menyampaikan, jika banyak kategori lomba lari yang ia ikuti.

“Beberapa kategori lari yang saya ikuti, ada yang 5 Kilometer, 10 juga 15 Kilometer. Walaupun tiap lombanya ada biaya pendaftaran, namun bagi saya pribadi itu bukan masalah, karena lari adalah hobi saya.” Ujarnya.

Tak hanya itu, Ayah tiga anak tersebut juga pernah mengikuti event di kancah internasional, dan berhasil membawa medali.

“Saya juga pernah ikut dua event lomba lari di luar negeri, yakni di Malaysia dan Singapura. Saya sangat bersyukur saya dapat 2 medali dan hadiah lain, tentu saja saya sangat senang.” Tuturnya.

Ia juga menambahkan, jika medali lainnya ia menangkan di event nasional dan lokal.

“Kalau 23 medali lainnya itu, saya dapat waktu ikut event di Bali, Surabaya, Bandung, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Baik itu eventnya berskala nasional maupun lokal.” Jelas suami Ria tersebut.

Lebih lanjut, Ferdi mengatakan, jika awal mula ia jatuh hati pada lomba lari ialah saat ia menyaksikan atlet berlomba dan menerima medali dengan gembira.

“Saya tertarik pada lomba lari karena dulu pernah melihat atlet mengikuti event lari marathon, dan terlihat sangat gembira ketika diberi medali dan hadiah. Sontak saya termotivasi untuk menjadi pelari juga. Dan inilah yang saya geluti hingga saat ini.” Ungkapnya.

Bagi Ferdi, dalam dunia lari dibutuhkan semangat dan kondisi mental maksimal. Serta rutin melakukan latihan.

“Untuk benar-benar serius bergelut di dunia lari itu bukan hal gampang, kita butuh semangat yang tinggi, mental baja, kerja keras juga rutin latihan tiap harinya. Seperti saya yang sekarang menjabat sebagai kadis, namun tak meruntuhkan niat saya menjadi pelari marathon, saya masih sempat latihan, kalau sore sepulang kantor, kadang lari 3 putaran mengelilingi kantor bupati. Kalau libur biasanya saya lari di Makassar, meski boleh dikata sibuk.” Jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, jika hal tersulit dalam event lari adalah medan terbuka dan banyak tanjakannya.

“Yang sangat sulit bagi saya itu ketika medan yang dilalui itu di alam terbuka, banyak tanjakannya, dan berpanas-panasan di bawah terik matahari. Itu butuh stamina, semangat dan mental yang kuat untuk melewatinya. Kalau tidak, bisa saja tubuh kita akan drop atau jatuh sakit.” Ungkapnya.

Tak lupa ia menyebutkan, jika Galesong Trail Run adalah medan yang lebih sulit dibanding medan di mancanegara yang pernah ia ikuti.

“Event tersulit yang pernah saya ikuti, itu di Galesong Trail Run. Karena medannya di alam terbuka, tanjakannya sangat banyak. Bagi saya, rasanya medannya jauh lebih sulit dibanding medan di event mancanegara. Tapi saya tetap semangat, dan terus berlari hingga tubuh saya tak mampu bergerak.” tutupnya. (*)


div>